Musim Kemarau Panjang, Damkar Maros Petakan Zona Karhutla

  • 10 Jun 2026 14:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros bergerak cepat melakukan pemetaan wilayah guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada musim kemarau 2026. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dari biasanya akibat dampak fenomena El Nino.

Sekretaris Damkar Kabupaten Maros, Mohammad Jalaluddin Roem, dalam Program Kentongan pada Selasa, 9 Juni 2026 menyebut pihak pemadam kebakaran sendiri telah mengidentifikasi zona-zona yang masuk dalam kategori rawan kebakaran di wilayah Kabupaten Maros. Langkah mitigasi yang matang sangat diperlukan agar dampak buruk dari cuaca ekstrem ini dapat ditekan seminimal mungkin.

Setidaknya ada delapan kecamatan yang saat ini mendapatkan perhatian khusus karena memiliki tingkat kerentanan yang tinggi. Delapan wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tanralili, Tompobulu, Moncongloe, Simbang, Bantimurung, Bontoa, Mandai, dan Marusu.

“Untuk Kabupaten Maros sendiri, kami memang dari tahun 2018 sebelumnya sudah melakukan proses pemetaan. Ada sekitar delapan ya, delapan kecamatan yang sangat riskan untuk terjadi kebakaran karhutla,” jelas Roem.

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh petugas di lapangan sering kali berkaitan dengan kondisi topografi wilayah yang sulit dijangkau. Wilayah pegunungan dinilai menjadi lokasi yang paling riskan sekaligus menyulitkan bagi armada pemadam kebakaran. Rapatnya vegetasi hutan pinus dan jarangnya akses jalan membuat proses pemadaman di area tersebut membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

“Kalau yang paling sulit ada di daerah sekitar Pegunungan ya, itu di daerah Tompobulu dan juga Tanralili. Itu yang paling sangat sulit karena terkadang di tahun 2018 kemarin dan juga 2024 memang ada sampai malam gitu artinya nyebrang hari proses pemadaman karena hutan yang terbakar adalah hutan pinus yang mungkin semua SAR gabungan pun, satuan rescue gabungan pun ikut andil di dalamnya,” ujar Roem.

Belajar dari evaluasi penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya, pihak Damkar Maros kini menerapkan strategi baru yang lebih taktis. Selain memetakan titik-titik hotspot yang berpotensi memicu api, petugas juga fokus melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber air terdekat. Strategi ini diharapkan mampu memangkas waktu pengisian ulang tangki armada pemadam yang selama ini kerap menjadi kendala utama di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....