UIM Siap Gelar Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary

  • 10 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali akan menggelar Haul dan Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali Makassar, pada 25 Juni 2026 mendatang. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mengaktualisasikan pemikiran, perjuangan, dan keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassary sebagai ulama, pejuang, serta tokoh peradaban dunia.

Dalam rangka mempersiapkan agenda tersebut, Rektor UIM Al-Gazali Prof. Dr. H. Muammar Bakry bersama jajaran pimpinan universitas melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, di Jakarta.

Pada pertemuan itu, UIM secara resmi mengundang Menteri ATR/BPN untuk menghadiri sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Haul dan Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary.

Simposium akan mengangkat tema “Menjaga Tanah Leluhur dalam Filosofi To Mangkasara”, yang diharapkan menjadi ruang akademik dan kebudayaan untuk membahas nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan dalam menjaga amanah leluhur serta mengelola tanah sebagai bagian dari identitas dan martabat masyarakat.

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Muammar Bakry, mengatakan tema tersebut memiliki relevansi kuat dengan ajaran dan pemikiran Syekh Yusuf yang menekankan pentingnya moralitas, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Haul 400 Tahun Syekh Yusuf bukan sekadar mengenang sosok ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai yang diwariskan beliau. Filosofi To Mangkasara tentang menjaga tanah leluhur memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya dalam konteks budaya, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujarnya pada rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Muammar Bakry, kehadiran Menteri ATR/BPN diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi terkait perlindungan hak atas tanah, pengelolaan aset umat, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis tanah sebagai warisan bangsa.

“Kami berharap forum ini mampu menghadirkan gagasan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga hak-hak atas tanah dan warisan leluhur secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan tokoh nasional, ulama, akademisi, budayawan, peneliti, serta para pemangku kebijakan dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain pelaksanaan haul sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassary, simposium juga akan menjadi forum ilmiah yang membahas relevansi pemikiran beliau dalam menjawab berbagai tantangan sosial, kebangsaan, dan kebudayaan di era modern.

Syekh Yusuf Al-Makassary dikenal sebagai salah satu tokoh besar Indonesia yang mendapat pengakuan internasional atas kontribusinya dalam bidang keilmuan, spiritualitas Islam, perjuangan antikolonialisme, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itu, peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf diharapkan menjadi momentum penguatan identitas keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan bagi generasi muda.

Melalui penyelenggaraan haul dan simposium ini, UIM Al-Gazali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian khazanah keislaman, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan bangsa.(*)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....