Cegah Kecurangan, Disdik Makassar Perkuat Pengawasan SPMB
- 10 Jun 2026 09:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Dinas Pendidikan Kota Makassar terus melakukan berbagai langkah pembenahan untuk meminimalkan praktik kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Dialog Interaktif PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 9 Juni 2026 yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si, melalui sambungan telepon.
Achi Soleman menjelaskan bahwa sejumlah penyempurnaan dilakukan setelah Dinas Pendidikan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penerimaan peserta didik pada tahun sebelumnya. Berbagai aduan masyarakat dan temuan di lapangan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih baik. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian penting untuk memastikan sistem penerimaan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
"Setiap laporan dan masukan dari masyarakat kami jadikan bahan evaluasi. Beberapa catatan tahun lalu terkait verifikasi data, pemahaman masyarakat terhadap jalur penerimaan, hingga pengawasan proses seleksi menjadi perhatian khusus yang kami benahi pada pelaksanaan SPMB tahun ini,termasuk membagi server untuk pendaftaran PAUD/TK,SMP,dan SMA/SMK agar tidak down saat proses pendaftaran,kami juga memantau dengan beberapa operator independen," ujar Achi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sistem verifikasi data peserta didik melalui integrasi dengan data kependudukan dan sistem digital yang lebih ketat. “Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan manipulasi data administrasi, termasuk data domisili yang kerap menjadi sorotan dalam proses penerimaan murid baru. Selain itu, mekanisme pengawasan internal dan eksternal juga diperluas untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan,”lanjutnya.
Achi menuturkan bahwa Dinas Pendidikan juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ketentuan dan mekanisme setiap jalur penerimaan yang terintegrasi melalui aplikasi Lontara Plus. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, masih ditemukan sejumlah orang tua yang belum memahami secara utuh persyaratan maupun prosedur pendaftaran sehingga memunculkan kesalahpahaman dan keluhan. "Kami berupaya memberikan informasi yang lebih jelas dan mudah diakses agar masyarakat memahami seluruh proses sejak awal sehingga potensi sengketa maupun kesalahan administrasi dapat ditekan,selain di aplikasi Lontara Plus,bisa mendapat informasi di masing-masing sekolah yang didaftar termasuk di kantor Disdik Kota Makassar," jelasnya.
Selain pembenahan sistem, Disdik Kota Makassar juga memperkuat kanal pengaduan masyarakat untuk menampung laporan apabila ditemukan indikasi pelanggaran selama proses SPMB berlangsung. Masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan maupun laporan secara langsung sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh tim pengawas. "Kami ingin memastikan seluruh proses dapat diawasi bersama. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB terus meningkat," katanya.
Lebih lanjut, Achi mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran dari pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu dengan imbalan uang atau bentuk keuntungan lainnya. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan dilakukan berdasarkan aturan dan sistem yang telah ditetapkan pemerintah. "Tidak ada jalur khusus di luar ketentuan resmi. Jika ada oknum yang mengatasnamakan sekolah atau dinas untuk menawarkan bantuan dengan meminta imbalan, masyarakat diminta segera melapor," tegasnya.
"Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas melalui proses penerimaan yang transparan, objektif, dan bebas dari praktik kecurangan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....