Film Dinilai Efektif Tanamkan Nilai Siri’ na Pacce
- 10 Jun 2026 08:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kearifan lokal Sulawesi Selatan seperti Siri’ na Pacce, Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’ dinilai masih sangat relevan untuk dihidupkan kembali di tengah masyarakat modern. Terutama melalui medium film sebagai benteng sosial generasi muda urban dari ancaman narkoba.
Dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal, di hari Senin 8 Juni 2026 di Pro 4 RRI Makassar, Dosen Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Dr. M Dalyan Tahir., M.Hum, menegaskan bahwa film memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran budaya di tengah masyarakat yang semakin didominasi budaya visual. Menurutnya, nilai Siri’ na Pacce bukan sekadar konsep harga diri, tetapi juga sistem moral yang dapat mencegah perilaku merusak seperti penyalahgunaan narkoba jika dihadirkan melalui karakter film yang kuat.
“Siri’ na Pacce itu bukan hanya soal malu, tapi dorongan menjaga diri dan komunitas dari hal yang merusak. Jika dihidupkan dalam karakter film, pesan itu bisa jauh lebih efektif bagi generasi muda,” ujar Dr. Dalyan Tahir.
Ia juga menyoroti konsep Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’ yang dapat dijadikan fondasi pembentukan karakter tokoh dalam film, khususnya yang mengangkat kehidupan urban dan tantangan sosial remaja.
Dr. Dalyan menjelaskan film bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang negosiasi antara nilai lokal dan realitas modern. Karakter film dapat menggambarkan pergulatan anak muda urban yang menghadapi tekanan pergaulan hingga ancaman narkoba, namun tetap memiliki pegangan budaya.
“Nilai budaya akan lebih hidup jika masuk melalui cerita. Misalnya tokoh yang hampir jatuh ke narkoba, tetapi kembali karena Sipakainge’ atau kesadaran Siri’. Itu lebih membekas daripada sekadar nasihat langsung,” jelas Dr. Dalyan.
Dr Daylan menyebut perubahan sosial di perkotaan membuat generasi muda rentan kehilangan arah jika tidak dibekali nilai budaya yang kuat. Karena itu, film berbasis kearifan lokal dapat menjadi salah satu strategi edukasi yang efektif.
“Generasi sekarang hidup dalam dunia visual. Maka budaya harus hadir dalam cerita yang mereka tonton, agar identitas dan kontrol sosial tetap terjaga,” tambahnya.
Dr. Dalyan berharap sineas lokal lebih banyak mengangkat nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan dalam karya film, terutama yang menyentuh isu sosial seperti narkoba dan degradasi moral.
Dengan demikian, film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media penguatan identitas budaya sekaligus benteng sosial bagi masyarakat urban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....