Transparansi dan Akses Inklusif, Kunci Sukses Penerimaan Murid Baru di Makassar

  • 08 Jun 2026 11:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID Makassar – Proses Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026 di Kota Makassar kembali dilaksanakan dengan sistem digital. Meski dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi, pemerintah dan pihak sekolah diharapkan tetap menyediakan akses yang inklusif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi.

Pengamat pendidikan, Kafrawi Wisainong.di Makassar Senin 08 Juni 2026 mengatakan digitalisasi dalam sistem penerimaan murid baru merupakan langkah positif yang telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, penerapan sistem tersebut harus tetap dibarengi dengan layanan pendampingan di sekolah.

"Walaupun sistem digital sudah berjalan, sekolah tetap harus membuka ruang bagi masyarakat untuk datang langsung dan mendapatkan bantuan dari guru atau tenaga kependidikan agar proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik," ujarnya dalam wawancara bersama RRI.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyediakan berbagai jalur penerimaan seperti jalur domisili, afirmasi, dan prestasi. Karena itu, masyarakat perlu diberikan akses informasi yang memadai agar dapat memilih jalur yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Kafrawi, digitalisasi tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses internet atau kemampuan penggunaan teknologi. Oleh sebab itu, sekolah perlu berperan aktif dalam memberikan layanan yang mudah dijangkau oleh seluruh calon peserta didik dan orang tua.

Selain soal digitalisasi, Kafrawi menilai penguatan sistem transparansi yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Makassar merupakan langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penerimaan murid baru.

"Transparansi wajib dilakukan agar masyarakat bisa melihat seluruh proses seleksi secara terbuka. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat juga dapat memberikan masukan, saran, maupun kritik yang nantinya menjadi bahan evaluasi," katanya.

Ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus dijalankan secara terbuka tanpa ada informasi yang ditutupi. Menurutnya, keterbukaan menjadi salah satu faktor utama dalam mencegah munculnya berbagai persoalan yang kerap terjadi setiap tahun saat proses penerimaan murid baru berlangsung.

Terkait solusi bagi masyarakat, Kafrawi mengimbau para orang tua untuk aktif mencari informasi mengenai penerimaan murid baru di sekolah tujuan. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang kini menjadi bagian dari sistem pelayanan pendidikan.

"Orang tua harus aktif mencari informasi, berkomunikasi dengan pihak sekolah, dan mulai beradaptasi dengan digitalisasi layanan pendidikan. Di sisi lain, sekolah juga harus tetap menyediakan pelayanan yang inklusif bagi masyarakat," jelasnya.

Ia optimistis pemerintah akan terus melakukan perbaikan terhadap sistem penerimaan murid baru agar prosesnya semakin transparan, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kota Makassar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....