Munafri Tekankan Adab dan Etika Siswa lewat Kurikulum Kearifan Lokal

  • 06 Jun 2026 18:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penguatan etika, adab, dan penghormatan kepada orang tua melalui pendidikan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Celebration 2026 yang diselenggarakan oleh Bosowa School Makassar di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Munafri menilai kurikulum berbasis budaya lokal sangat efektif dalam membentuk karakter anak karena mengajarkan nilai-nilai moral melalui norma, bahasa, dan tradisi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

"Kita ingin memastikan anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab dan etika yang baik," ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya nilai-nilai kesopanan yang hidup dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan, seperti menghargai orang yang lebih tua dan memahami makna kata "tabe" sebagai bentuk penghormatan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum pendidikan dasar melalui Dinas Pendidikan.

Salah satu fokus utama adalah memperkuat pendidikan karakter, budi pekerti, akhlak, serta menambah porsi pembelajaran agama di sekolah. Menurutnya, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi yang semakin pesat menuntut peran lebih besar dari keluarga dan sekolah dalam membimbing anak-anak.

"Jangan hanya mendidik anak-anak dari sisi kecerdasannya, tetapi bangun juga ketakwaannya. Percuma anak-anak itu pintar kalau adabnya hilang. Ini yang harus kita jaga bersama," kata Munafri.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, sekolah hanya berkontribusi sebagian dalam pembentukan karakter, sementara peran terbesar tetap berada di lingkungan keluarga.

"Sekolah mungkin hanya 20 sampai 30 persen, selebihnya ada di rumah. Orang tua harus terus belajar memahami dunia anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, serta mengawasi berbagai tantangan yang mereka hadapi di era digital saat ini," ujarnya.

Selain menekankan pendidikan karakter, Munafri menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak di Kota Makassar memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.

Dalam forum tersebut, ia kembali meminta Bosowa School Makassar dan sejumlah sekolah swasta lainnya untuk menyediakan kuota bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat menikmati pendidikan berkualitas pada pelaksanaan SPMB 2026.

"Saya sudah meminta kepada Bosowa School dan sejumlah sekolah swasta lainnya agar menyiapkan beberapa bangku untuk anak-anak yang kurang beruntung. Mereka juga memiliki mimpi yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik," tuturnya.

Munafri mengatakan masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang hanya dapat memandang sekolah-sekolah unggulan dari luar pagar sekolah meskipun memiliki cita-cita dan potensi yang besar. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus membangun kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Pada proses penerimaan peserta didik baru tahun 2026, Pemkot Makassar juga menyiapkan skema pembiayaan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk dapat bersekolah di sekolah swasta mitra.

"Seluruh proses pembiayaan akan ditanggung pemerintah daerah. Ini bentuk komitmen kami agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak," jelasnya.

Munafri menyebut sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama pembangunan Kota Makassar. Pemerintah kota juga terus meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk memberikan insentif tambahan bagi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan.

Menutup sambutannya, Munafri berharap Bosowa School tidak hanya berkontribusi mencetak lulusan unggul, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial dan pendidikan.

Ia pun berpesan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya agar terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

"Ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perjalanan baru yang akan menentukan arah hidup dan cita-cita kalian. Teruslah belajar, jaga akhlak, dan jadilah generasi yang cerdas, berkarakter," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....