Kerja Bakti hingga Tukar Sampah jadi Agenda Hari Lingkungan Hidup di Makassar
- 05 Jun 2026 21:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Makassar akan menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan aksi nyata peduli lingkungan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah, komunitas, pelajar hingga generasi muda. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati secara global, Pemerintah Kota Makassar mengambil bagian melalui berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan," ujar Helmy Budiman, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada Sabtu, 6 Juni 2026 melalui aksi kerja bakti dan pawai lingkungan yang melibatkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar. Menurut Helmy, kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak dalam rangka mendukung upaya pengurangan sampah dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
"Besok Pemerintah Kota Makassar bersama Bapak Wali Kota Makassar dan seluruh jajaran akan melaksanakan kerja bakti sekaligus kegiatan jalan santai atau survei lingkungan secara serentak nasional," tuturnya.
"Titik awal kegiatan akan dimulai dari Balai Kota Makassar dan melintasi beberapa ruas jalan utama di Kota Makassar," sambung Helmy.
Rangkaian kegiatan tersebut nantinya akan berakhir di kawasan Makassar Creative Hub (MCH) di Jalan Nusantara yang telah disiapkan sebagai pusat edukasi dan kampanye lingkungan. Di lokasi tersebut, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan seremonial, tetapi juga akan diperkenalkan dengan berbagai inovasi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular berbasis lingkungan.
Salah satu yang menjadi daya tarik adalah demonstrasi penggunaan mesin River Screening Machine, sebuah teknologi yang digunakan untuk membantu proses pengumpulan dan pemilahan sampah yang berada di aliran sungai maupun kanal. Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan interaktif seperti penimbangan sampah, penukaran sampah dengan souvenir menarik, hingga edukasi tentang pentingnya daur ulang sampah sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.
Pihaknya, akan memperkenalkan mesin River Screening Machine yang berfungsi membantu proses daur ulang dan pengelolaan sampah. "Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan penimbangan sampah dan penukaran sampah menjadi souvenir sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian lingkungan," terang Helmy.
Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, pelajar, serta sejumlah stakeholder yang selama ini aktif mendukung program kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Kota Makassar.
DLH Kota Makassar menargetkan sedikitnya 200 hingga 300 peserta akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurut Helmy, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini.
Pasalnya, kaum muda dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Dia berharap kegiatan ini dapat menghadirkan perspektif baru bagi masyarakat terhadap persoalan sampah.
"Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan apabila dipilah dengan baik sejak dari sumbernya," katanya.
Lebih jauh, Helmy menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah yang saat ini menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk Kota Makassar. Karena itu, melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Kota Makassar ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah, sekolah, tempat usaha maupun lingkungan kerja.
Dikatakan, generasi muda Kota Makassar dapat menjadi motor penggerak perubahan. Kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah harus dimulai dari sumbernya. "Jika budaya ini tumbuh kuat di tengah masyarakat, maka persoalan sampah akan jauh lebih mudah diatasi," tutup Helmy Budiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....