Rahasia Meraih dan Mempertahankan Predikat Haji Mabrur
- 05 Jun 2026 17:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Meraih predikat haji yang mabrur merupakan impian terbesar bagi setiap muslim yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Namun, mempertahankan kemabruran tersebut setelah kembali ke tanah air menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah.
Muballigh Awaluddin Umar Ladoangin dalam Program Titian Ilahi pada Jumat, 5 Juni 2026 menjelaskan bahwa esensi dari kata mabrur itu sendiri berakar dari kata al-birr yang berarti kebaikan. Jemaah yang berhasil meraih haji mabrur akan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan ke arah yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau secara istilah, haji mabrur adalah haji yang pelakunya senantiasa diberikan kemudahan dalam berbuat baik, baik saat berada di tanah air maupun di tanah suci. Secara personal, ibadah ini membentuk perilaku mereka menjadi lebih sabar, lebih taat kepada Allah, berbicara lebih santun, serta semakin dermawan," ujar Awaluddin.
Lebih lanjut, Awaluddin mengungkapkan bahwa ada tiga kunci utama yang harus dipenuhi oleh setiap jemaah sejak awal agar bisa membawa pulang predikat mabrur. Pertama adalah memiliki niat yang lurus dan ikhlas hanya karena melaksanakan perintah Allah SWT, bukan demi mengejar gelar sosial.
Kedua, bekal atau kemampuan finansial yang digunakan untuk berangkat harus bersumber dari rezeki yang halal. Ketiga, jemaah harus mampu menjauhkan diri dari perbuatan buruk, kemaksiatan, serta pertengkaran selama menjalani prosesi ibadah.
Perubahan spiritual ini juga sering kali terpancar dari pembawaan fisik jemaah yang baru kembali dari Baitullah. Dikatakan, terdapat tanda-tanda khusus seperti wajah yang terlihat lebih berseri-seri dan teduh saat dipandang. Hal ini merupakan cerminan dari bekas sujud dan kekhusyukan ibadah yang membekas kuat di dalam jiwa jemaah.
“Perilakunya menjadi lebih baik karena dia rajin beribadah. Setelah pulang dari sana, berseri-seri wajahnya. Tapi bukan semata-mata itu, sebagai tanda-tanda ibadah haji mabrur itu, merubah perilaku dia menjadi lebih baik,” jelas Awaluddin.
Awaluddin mengingatkan para jemaah agar menjadikan gelar haji yang kini melekat sebagai benteng moral dari perbuatan tercela. Mengingat perjuangan fisik dan materi yang luar biasa untuk sampai ke Tanah Suci, sangat disayangkan jika kesucian ibadah tersebut ternodai kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....