Hasan Pinang Tegaskan Peran FKUB dalam Pendirian Rumah Ibadah

  • 05 Jun 2026 11:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar, Hasan Pinang menegaskan FKUB merupakan wadah yang dibentuk oleh masyarakat melalui tokoh-tokoh agama dan difasilitasi negara, bukan lembaga yang dibentuk pemerintah secara sepihak. Dalam dialog bersama tokoh perempuan lintas agama, Hasan Pinang menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai posisi dan fungsi FKUB.

"FKUB dibentuk oleh masyarakat melalui tokoh-tokoh agamanya, lalu difasilitasi negara secara berjenjang. Karena itu komunikasi harus dituntaskan melalui masing-masing majelis agama,” kata Hasan di sela-sela kegiatan Dialog Kerukunan bagi Tokoh Perempuan Lintas Agama FKUB Kota Makassar, yang digelar di Hotel Sultan Alauddin, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia juga menjelaskan FKUB merupakan mitra pemerintah dalam memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah. Menurutnya, proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) rumah ibadah memerlukan rekomendasi dari Kementerian Agama dan FKUB sesuai aturan yang berlaku.

Hasan menyebut FKUB berperan mengawal aspek administrasi pendirian rumah ibadah yang hingga kini masih mengacu pada persyaratan dukungan 90 jemaat pengguna dan 60 warga sekitar. Di sisi lain, ia menyebut dengan struktur yang lebih kuat dan tantangan perkembangan zaman, pihaknya kini menghadirkan website untuk pengurusan dokumen administrasi pendirian rumah ibadah melalui website Makassar Sikatutui.

"FKUB dengan komposisi yang baru dan sekretaris yang sangat energik, kita sudah punya aplikasi Makassar Sikatutui, kalau ada mau ditanyakan boleh ditanyakan di situ,"jelas Hasan.

Ia meminta para peserta dialog menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait proses pendirian rumah ibadah dan peran FKUB di dalamnya. "Khususnya ibu-ibu yang hadir di tempat ini, peran kita semua sangat penting dalam membawa perubahan,"harapnya.

Ia juga menekankan, dalam ajaran seluruh agama mengajarkan bahwa inti kemaslahatan dalam memperbaiki generasi terutama merawat perubahan dalam rumah tangga, kuncinya berada pada ibu atau perempuan. "Kalau saya bahasakan ibu adalah guru pertama dan utama,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....