Harlah Pancasila, Budayawan: Pancasila dan Siri’ Na Pacce Harus Jadi Pegangan Hidup

  • 31 Mei 2026 13:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan kehidupan sosial dan kebangsaan saat ini. Seorang Budayawan Makassar, Prof Aminuddin Salle, mengatakan Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan filosofi hidup bangsa Indonesia yang lahir dan tumbuh dari akar budaya masyarakat Nusantara. Menurutnya, sebagaimana yang pernah disampaikan Presiden pertama RI, Soekarno, nilai-nilai Pancasila digali dari budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Pancasila itu filosofi hidup bangsa Indonesia. Bung Karno menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tumbuh dari akar budaya bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila harus menjadi pegangan hidup masyarakat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Aminuddin saat dikonfirmasi RRI, Minggu, 31 Mei 2026.

Aminuddin mengibaratkan Pancasila dengan nilai kearifan lokal masyarakat Makassar dan Bugis, yakni siri’ na pacce. Menurutnya, siri’ na pacce merupakan pedoman hidup yang mengajarkan rasa malu, harga diri, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kalau dianalogikan, Pancasila itu seperti Siri’ Na Pacce bagi masyarakat Makassar dan Bugis. Itu adalah pegangan hidup. Tanpa pegangan hidup, seseorang akan terombang-ambing. Karena itu kita harus berpegang teguh pada nilai-nilai yang membawa kita ke arah yang lebih baik,” kata Aminuddin.

Ia menilai, apabila nilai-nilai tersebut terus tergerus, maka identitas budaya masyarakat juga akan semakin menipis. Salah satu dampaknya adalah hilangnya budaya malu yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, dalam budaya Makassar dan Bugis, seseorang bahkan akan merasa malu ketika dituduh melakukan kesalahan meskipun belum tentu terbukti. Karena itu, hilangnya rasa malu menjadi tanda melemahnya nilai-nilai budaya yang selama ini dijunjung tinggi.

“Kalau nilai-nilai itu memudar, budaya kita juga akan menipis. Akibatnya budaya malu tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kita bisa melihat contohnya pada sejumlah kasus korupsi atau penyelewengan yang terjadi. Ada yang sudah ditangkap, sudah dinyatakan bersalah, tetapi masih bisa tersenyum dan tidak menunjukkan rasa bersalah. Itu menandakan rasa Siri’ atau rasa malu sudah mulai hilang,” jelasnya.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila ini, ia berharap generasi muda dapat meneruskan dan menjaga warisan kearifan lokal, khususnya nilai Siri’ Na Pacce, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan perkembangan zaman. “Generasi muda harus mampu melanjutkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Siri’ Na Pacce harus tetap dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak hilang ditelan perubahan zaman,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....