Melemahnya Rupiah, Sektor MICE Jadi Andalan Pariwisata Sulsel

  • 28 Mei 2026 12:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai membawa dampak positif sekaligus negatif bagi industri pariwisata domestik. Salah satu dampak yang paling dirasakan oleh pelaku industri dan masyarakat adalah perubahan harga tiket pesawat terbang, namun sektor kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dinilai bisa menjadi andalan ditengah melemahnya rupiah

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Sulawesi Selatan, Didi L. Manaba, menjelaskan bahwa ditengahnya melemahnya rupiah, dan naiknya dolar yang paling terasa dampak yaitu komponen utama bagi wisatawan adalah harga tiket pesawat naik. Untuk yang sudah merencanaka perjalanan jauh hari tidak masalah, namun yang baru akan melakukan perjalanan tentu akan berpikir

"Harga tiket pesawat menjadi komponen utama yang sering ditanyakan oleh wisatawan ketika akan melakukan perjalanan. Kondisi ini dikecualikan bagi wisatawan yang telah merancang perjalanan sebelum terjadi penguatan dolar terhadap rupiah," kata Didi L. Manaba Kamis 28 Mei 2026

Walaupun belum terdampak signifikan, Didi menyebutkan Sulawesi Selatan memiliki potensi pariwisata yang cukup banyak karena kaya akan potensi wisata alam, budaya, dan berbagai atraksi menarik, dan salah satunya adalah kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang bisa menjadi salah satu andalan pariwisata khusunya di kota Makassar

"Kami selalu optimis Sulawesi Selatan adalah center point of Indonesia yang tetap dilirik oleh wisatawan dari luar negeri. Pasar kita sangat potensial mulai dari segmen wisata Eropa ke Toraja dan Bira, hingga segmen pasar MICE di Kota Makassar," tambah Didi.

"Kami berharap kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan ini terus meningkat hingga akhir tahun dua ribu dua puluh enam. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi MICE di tengah dinamika ekonomi global," pungkas Didi.

Di sisi lain, Ia menyatakan melemahnya nilai tukar rupiah justru berpotensi meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia karena biaya berlibur menjadi lebih murah. Wisatawan asing seperti dari Malaysia diprediksi akan ramai berdatangan sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

“Melemahnya nilai tukar rupiah, sebenarnya disatu sisi bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia salah satunya dari Malaysia seiring menguatnya mata uang ringgit,”ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....