Barantin Catat Lalu Lintas Ternak Keluar, Meningkat jelang IdulAdha
- 25 Mei 2026 14:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Menjelang Idul Adha pada 27 Mei mendatang , Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan mencatat tingginya aktifitas lalu lintas hewan ternak keluar dari Sulawesi Selatan terutama untuk hewan ternak sapi dengan tujuan Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) menunjukkan tingginya aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju wilayah Kalimantan dalam dua bulan terakhir. Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Pengiriman tersebut dilakukan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran. Sementara itu, pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi 4 kali pengeluaran. Sementara itu, berdasarkan data dari Periode Januari hingga Mei 2026 yang dihimpun dari data Best Trust, domestik keluar tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi, 20.567 ekor kambing. Data tersebut untuk seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan yang berada di Makassar, Bajoe, Jeneponto dan Parepare
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah mengatakan angka ini menunjukkan Sulawesi Selatan masih menjadi salah satu daerah pemasok utama ternak, khususnya sapi potong, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan menjelang Iduladha, dengan meningkatnya lalu lintas hewan ternak ini, Karantina Sulawesi Selatan memastikan jalur pengawasan semakin ditingkatkan.
“Karantina Sulawesi Selatan memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan pada seluruh jalur pengeluaran hewan ternak, baik di pelabuhan maupun titik pemeriksaan lainnya. Pengawasan dengan bersinergi bersama dengan instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan seluruh proses pengiriman hewan berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti,” tuturnya. Senin, 25 Mei 2026.
Ia menambahkan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta personel TNI Angkatan Laut guna memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap ketentuan karantina selama proses pemuatan hingga keberangkan
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan,” imbuh Sitti Chadidjah.
Sitti Chadijah menambahkan, sama seperti pengiriman sebelumnya, sapi-sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel darah untuk keperluan pengujian Rose Bengal Test (RBT), yakni metode pengujian laboratorium untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....