Jufri Rahman: Pentingnya Nilai Integritas dan Kejujuran Diajarkan sejak Dini

  • 25 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiksmen) bersama Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi meluncurkan buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang menyasar anak-anak sekolah, belum lama ini. Langkah ini dinilai penting dalam menanamkan nilai-nilai intgeritas dan kejujuran diajarkan sejak dini

Program ini mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena dinilai memberikan fondasi moral yang kuat bagi generasi muda. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyatakan bahwa pembentukan karakter berintegritas serta pemahaman mendalam mengenai antikorupsi memang sudah seharusnya dibangun sejak usia dini agar melekat kuat hingga dewasa.

"Integritas dan pemahaman antikorupsi itu harus dibangun sejak usia dini. Kita bisa mencontoh di Jepang, di mana anak-anak usia sekolah dasar sudah diberikan pemahaman yang sangat kuat tentang nilai-nilai integritas dan kejujuran," ujar Jufri Rahman Minggu, 24 Mei 2026

Ia mengungkapkan bahwa implementasi pembelajaran pendidikan antikorupsi ini nantinya tidak akan membebani kurikulum formal yang sudah ada. Pemerintah daerah berencana memasukkan materi panduan ini secara fleksibel dan interaktif melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.

Menurut Jufri, membangun karakter dan integritas bukanlah proses instan yang bisa dilihat hasilnya dalam satu atau dua hari. Proses ini membutuhkan konsistensi yang tinggi serta lingkungan yang mendukung agar nilai-nilai kebaikan tersebut dapat terbentuk secara alami dari waktu ke waktu.

"Membangun karakter dan integritas itu akan terbentuk dari waktu ke waktu melalui pembiasaan. Karena itu, kami sangat berharap program ini bisa memberikan dampak positif yang nyata bagi para siswa di sekolah," kata Jufri Rahman menambahkan.

Jufri Rahman pun mendukung langkah pemerintah pusat dimana nantinya, akan dimasukkan dalam ekstrakulikuler,”Kalau saya, ekstrakulikuler saja, karena kalau dimasukkan di kurikulum, mau tidak mau harus dipelajari, padahal yang pembentukan karakter itu mesti dilakukan perlahan, bertahap, kalau kurikulum kan ada target kurikulum, nanti anak-anak malah dujikan ada lagi yang lulus, ada yang tidak lulus, padahal yang namanya karakter itu terbentuk dari waktu ke waktu. Bagi saya sih, sebaiknya menjadi ekstrakulikuler.

Sebagai informasi, Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi ini diterbitkan secara komplet dengan disertai lima buku Bahan Ajar yang diperuntukkan bagi guru-guru di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Terdapat lima kompetensi utama yang menjadi fondasi dalam buku ini, di antaranya adalah menaati aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah, mengelola dilema etis, serta membangun budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....