Puasa Arafah: Amalan Penghapus Dosa Dua Tahun
- 25 Mei 2026 10:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Berdasarkan Hasil Sidang Isbath Kementrian Agama Republik Indonesia, Hari raya Idul adha 1447 H ditetapkan pada Hari Rabu 27 Mei 2026, sehingga Jadwal Wukuf di Arafah hari Selasa 26 mei 2026. Bulan Dzulhijjah selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bagi jemaah haji, bulan ini merupakan puncak spiritual di mana mereka berkumpul untuk melaksanakan wukuf. Sementara itu, bagi umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, Allah SWT memberikan alternatif amalan yang tidak kalah dahsyat pahalanya, yaitu Puasa Arafah.
Amalan sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah ini memuat keutamaan besar yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dikutip dari Unisi.co.id , Secara teologis, keutamaan Puasa Arafah paling masyhur terletak pada jaminan pengampunan dosa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW.
Tidak tanggung-tanggung, puasa yang dilakukan dalam sehari ini mampu menggugurkan dosa-dosa kecil untuk rentang waktu dua tahun sekaligus. Karunia luar biasa ini menjadi magnet spiritual tersendiri bagi kaum muslimin untuk berlomba-lomba menahan lapar dan dahaga demi membersihkan rekam jejak spiritual mereka.
Landasan hukum mengenai peluruhan dosa ini tercantum secara eksplisit dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim (No. 1162) Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Penegasan dari nabi ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT yang sengaja menyediakan "jalur pintas" bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat dan memperbaiki diri tanpa harus menunggu bulan Ramadan tiba kembali.
Selain sebagai media penghapus dosa, hari Arafah itu sendiri merupakan waktu di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. Momentum ini bertepatan dengan turunnya rahmat dan ampunan yang melimpah ke bumi, khususnya bagi mereka yang menghidupkan hari tersebut dengan ibadah, doa, dan zikir.
Puasa menjadi benteng sekaligus seragam terbaik bagi seorang muslim saat mengetuk pintu langit di hari yang paling mulia dalam setahun tersebut. Meskipun memiliki keutamaan yang sangat besar, hukum pelaksanaan Puasa Arafah ini bersifat sunnah muakad, artinya sangat dianjurkan namun tidak wajib.
Penting untuk digarisbawahi bahwa kesunahan ini hanya berlaku bagi umat muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji. Bagi para jemaah haji yang sedang berada di Padang Arafah, mereka justru tidak disunnahkan berpuasa agar kondisi fisik mereka tetap prima dan kuat dalam menjalani prosesi wukuf yang menguras energi.
Melalui pemahaman mendalam terhadap keutamaan Puasa Arafah, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai momentum refleksi diri dan peningkatan takwa. Di tengah rutinitas duniawi yang kerap melalaikan, puasa satu hari ini hadir sebagai oase spiritual yang menawarkan pembersihan jiwa secara total.
Mengingat kesempatan ini hanya datang sekali dalam setahun, mempersiapkan fisik dan niat yang tulus sejak dini menjadi kunci utama untuk meraih keberkahan yang telah dijanjikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....