APBN Jadi Tameng Ketahanan Ekonomi Sulsel, Pajak dan KUR Mengalir Triliunan Rupiah

  • 25 Mei 2026 09:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak Ketahanan Ekonomi di Sulawesi Selatan. Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi pasar, realisasi pendapatan negara di wilayah ini tetap bergerak positif sepanjang tahun berjalan.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Sulawesi Selatan, Martha Octavia, mengatakan hingga saat ini pendapatan negara telah mencapai Rp4,86 triliun atau sekitar 26 persen dari target tahunan. “Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan masih cukup terjaga dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara,” ujar Martha.

Menurut Martha, sektor perpajakan masih menjadi tulang punggung utama dalam menjaga Ketahanan Ekonomi daerah. Ia menyebut penerimaan dari Pajak Penghasilan atau PPh serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mendominasi total pemasukan dengan nilai mencapai Rp3,47 triliun.

“Penerimaan perpajakan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap APBN di Sulawesi Selatan,” jelasnya dalam keterangannya, Sabtu 23 Mei. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan aktivitas usaha dan konsumsi masyarakat yang masih bergerak stabil di berbagai sektor ekonomi.

Selain penerimaan pajak, pemerintah juga terus mendorong penguatan Ketahanan Ekonomi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Hingga saat ini, nilai penyaluran KUR di Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp6,03 triliun dengan subsidi bunga lebih dari Rp500 miliar.

Martha mengatakan sektor pertanian dan perdagangan menjadi bidang usaha yang paling banyak menerima penyaluran KUR. “Dua sektor ini memang menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat sehingga penyaluran pembiayaan terus diperkuat,” katanya.

Kota Makassar masih menjadi wilayah dengan penyaluran KUR terbesar di Sulawesi Selatan. Tingginya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan pelaku UMKM disebut menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan pembiayaan usaha di kawasan perkotaan.

Program KUR sendiri dinilai memiliki dampak besar terhadap Ketahanan Ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, banyak UMKM mampu mempertahankan operasional bisnis sekaligus memperluas pasar di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Di sisi lain, pemerintah berharap stabilitas penerimaan negara dapat terus terjaga hingga akhir tahun. Martha menegaskan APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi alat penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap bergerak positif.

“APBN hadir untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan,” ujar Martha. Ia optimistis tren penerimaan negara dan penyaluran pembiayaan produktif masih akan meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

Penguatan Ketahanan Ekonomi melalui optimalisasi APBN dan penyaluran KUR diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru serta membuka lapangan kerja yang lebih luas. Pemerintah juga terus mendorong sinergi antara sektor keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....