Maksimalkan Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

  • 23 Mei 2026 15:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Masjid Al-Muawanah RRI Makassar menggelar pelaksanaan ibadah salat Jumat berjamaah pada 22 Mei 2026 dengan khidmat. Mengangkat tema "Maksimalkan Ibadah di Bulan Dzulhijjah", khutbah Jumat kali ini disiarkan secara langsung melalui Pro 1 dan Pro 4 RRI Makassar sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas. Bertindak sebagai khatib, Ustaz Fahrul Rahman, S.Pd.I, M.Pd., menguraikan secara mendalam mengenai keutamaan luar biasa yang terkandung dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang saat ini sedang dijalani oleh umat Muslim.

Dalam awal khutbahnya, Ustaz Fahrul menekankan bahwa Allah SWT sangat memuliakan sepuluh hari awal Dzulhijjah, bahkan melebihi keutamaan jihad fi sabilillah, kecuali bagi mereka yang syahid dan kehilangan seluruh hartanya. Begitu pentingnya waktu ini, Allah SWT sampai bersumpah di dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, beliau mengajak jamaah untuk mengoptimalkan berbagai amalan sunah, salah satunya adalah ibadah puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, khususnya Puasa Arafah yang jatuh pada hari Selasa mendatang karena memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

"Ulama kita menyebutkan apa maksud dosa yang akan datang, salah satu penafsirannya dijaga oleh Allah dari maksiat. Kalau kita sudah dijaga oleh Allah, maka potensi berbuat dosa pasti kecil," ujar Ustaz Fahrul Rahman dalam khutbahnya.

Ustaz Fahrul Rahman Saat Membawakan Khutbah jumat di Masjid Al Muawanah RRI Makassar (Jumat 22/05/2026)

Selain berpuasa, khatib juga menyoroti ibadah haji sebagai momen penting untuk menumbuhkan sifat tawadu atau rendah hati. Beliau mengingatkan bahwa di tanah suci, semua manusia melebur dalam pakaian ihram yang sama tanpa memandang pangkat, jabatan, ataupun kekayaan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Muslim yang belum berangkat haji agar senantiasa menjauhkan diri dari kesombongan dan selalu merasa kerdil di hadapan sang Pencipta.

Amalan utama berikutnya yang sangat ditekankan adalah ibadah kurban. Merujuk pada Surah Al-Kautsar, Ustaz Fahrul menjelaskan bahwa perintah kurban merupakan sunah muakadah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki kelebihan rezeki. Beliau kemudian membandingkannya dengan ujian berat Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, demi memenuhi perintah Allah. Hal ini menjadi tamparan logis bagi umat Muslim saat ini yang kerap kali enggan berkurban padahal memiliki kemampuan finansial.

"Betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, gaji berjuta-juta masa kita tidak bisa luangkan sedikit saja. Kalau kita mau akumulasikan setiap bulan Rp 200.000 saja kita sisihkan, insyaallah kita semua bisa berkurban," tegas Ustaz Fahrul.

Sebagai penutup, khatib mengajak seluruh jamaah Jumat untuk memperbanyak istigfar dan zikir sepanjang bulan mulia ini guna meraih magfirah dan rida Allah SWT. Beliau mengingatkan sebuah perbandingan berharga dari para ulama, di mana jika malam terbaik ada pada 10 malam terakhir Ramadan, maka siang hari terbaik sepanjang tahun adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Dengan memanfaatkan momentum emas ini melalui peningkatan kualitas ibadah, diharapkan umat Islam dapat kembali suci dan mendapatkan berkah yang melimpah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....