Munafri Buka Bedah Buku Biografi Ajoeba Wartabone dalam Rangkaian Raker LAMAHU

  • 17 Jun 2026 18:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri sekaligus membuka kegiatan bedah buku berjudul "Sekali ke Djokja, Tetap ke Djokja" di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut membahas biografi tokoh nasional asal Gorontalo, Ajoeba Wartabone, sebagai upaya menggali kembali nilai-nilai perjuangan dan sejarah bangsa.

Pembukaan kegiatan dilakukan bersama Ketua Umum LAMAHU, Fadel Muhammad, cucu tertua Ajoeba Wartabone, Roland Niode, serta Ketua LAMAHU Sulawesi Selatan, Pulu Niode. Acara ditandai dengan prosesi sweep screen yang menampilkan lembaran buku "Sekali ke Djokja, Tetap ke Djokja".

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Pengurus LAMAHU periode 2026–2031 yang diikuti pengurus dari lima wilayah, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua, dan Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia yang memilih Makassar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia berharap rapat kerja dan bedah buku tersebut dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat atas dilangsungkannya acara ini. Saya berharap kegiatan yang dilaksanakan di Kota Makassar hari ini bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat,” ujarnya.

Munafri juga mengapresiasi keluarga besar Ajoeba Wartabone yang telah menghadirkan buku biografi tersebut sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Menurutnya, Ajoeba Wartabone merupakan sosok pejuang yang menunjukkan integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa.

Ia menilai bedah buku tersebut menjadi momentum penting untuk memahami sejarah perjuangan Indonesia secara lebih utuh, termasuk kontribusi tokoh-tokoh dari kawasan Indonesia Timur dalam perjalanan kemerdekaan.

“Khususnya kami generasi sekarang harus punya gambaran yang baik bagaimana kita bisa melihat pola-pola perjuangan di masa yang berbeda dengan masa kami yang ada sekarang,” kata Munafri.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Ajoeba Wartabone tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus membangun bangsa dengan semangat persatuan dan pengabdian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....