Sinte dalam Liquid Vape Masuk Sekolah, BNNP Sulsel: 25 Siswa Aktif Ikut Rehabilitasi

  • 22 Mei 2026 16:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Peredaran narkotika jenis sinte yang diselundupkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape kini menyasar pelajar aktif di Sulawesi Selatan. Data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel mencatat, hingga Maret 2026 sudah ada 25 siswa aktif yang mengikuti program rehabilitasi akibat penggunaan sinte pada liquid vape dan angka itu baru mencakup tiga bulan pertama tahun 2026.

Koordinator Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel, Sudarianto, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa banyak pengguna muda sama sekali tidak menyadari vape yang mereka hisap telah dicampuri sinte. Pasalnya, liquid vape memang diciptakan dengan kandungan nikotin dan perisa seperti kopi, mint, buah-buahan sehingga terasa seperti vape biasa. "Vape diciptakan dengan kandungan nikotin biasa, ada zat yang dimasukkan untuk menimbulkan rasa. Tapi ya disusupi itulah banyak yang tidak tahu kalau ada isinya," ujar Sudarianto dalam Dialog Sanksi RRI Pro 1 Makassar, Rabu, 20 Mei 2026.

Kecepatan penyebarannya mengejutkan. Sinte dalam bentuk liquid vape baru muncul pada 2025, namun langsung melompat ke posisi kedua narkotika terbanyak yang ditangani program rehabilitasi BNNP Sulsel, tepat di bawah sabu. "Yang mengikuti program rehabilitasi itu langsung lompat dari urutan bawah ke urutan kedua. Yang tidak ikut program pasti jauh lebih banyak lagi," kata Sudarianto.

Penyebaran ini bahkan telah menembus lingkungan pesantren. Sudarianto menyebutkan salah satu pesantren di salah satu Kabupaten di Sulwesi Selatan sempat menjadi sorotan media sosial setelah ditemukan kasus penggunaan sinte di lingkungan pondok tersebut.

BNNP Sulsel merespons dengan program SINAR, Skrining dan Asesmen Rehabilitasi Terintegrasi di Sekolah, di mana petugas turun langsung ke sekolah untuk melakukan deteksi dini. "Kami turun ke sekolah, melakukan skrining. Ke depan kami ingin melatih guru-guru bimbingan dan penyuluhan agar bisa melakukan skrining sendiri dan pendampingan pemulihan di sekolahnya masing-masing," ungkap Sudarianto.

Proyeksi jangka panjangnya mengkhawatirkan. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang tengah praktik di BNNP Sulsel memperkirakan, apabila pemerintah tidak segera menetapkan larangan permanen terhadap vape, pengguna sinte berpotensi melampaui angka pengguna sabu pada 2030.

Sudarianto menutup dialog dengan peringatan keras kepada masyarakat. "Jangan tertipu asap yang terlihat biasa yang dihembuskan oleh pengguna vape, bisa jadi di dalamnya ada zat yang merusak otak, masa depan, bahkan nyawa kita. Vape bukan sekadar gaya hidup ketika sudah dicampur narkoba, tapi satu hisapan bisa menjadi awal kehancuran," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....