BBPOM Makassar Edukasi Keamanan Pangan kepada Orang Tua Murid SD Kartika XX-I

  • 20 Jul 2026 13:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat budaya keamanan pangan di lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang menyasar komunitas orang tua murid di SD Kartika XX-I Makassar, Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiatan ini dikemas secara terintegrasi dengan agenda tahunan Sosialisasi Program Sekolah bagi orang tua murid baru. Melalui kolaborasi tersebut, para orang tua tidak hanya memperoleh informasi mengenai program pendidikan sekolah, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menyediakan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi anak, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Kepala SD Kartika XX-I Makassar menyambut baik kehadiran tim BBPOM di Makassar. Dalam sambutannya, ia menegaskan kesehatan fisik siswa merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap jajanan yang dikonsumsi anak.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, memperkenalkan tugas dan kewenangan BBPOM di Makassar sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan POM RI. Ia juga menekankan pentingnya keamanan pangan, yakni pangan yang bebas dari cemaran fisik, kimia, maupun biologi.

"Bukan pangan jika tidak aman, dan keamanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama dalam menyiapkan Generasi Emas Penerus Bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ujar Yosef.

Selain membahas keamanan pangan, Yosef juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak terkait bahaya rokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektronik (vape), serta penyalahgunaan obat-obatan yang mulai menyasar kalangan pelajar.

"Rokok, baik konvensional maupun vape, sama-sama berbahaya dan berisiko bagi kesehatan. Waspadai juga penyalahgunaan obat seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, ataupun Dextromethorphan," katanya.

Menurut Yosef, berbagai kasus perkelahian antarpelajar, perundungan (bullying), pencurian, hingga tindak kriminal di kalangan remaja kerap dikaitkan dengan penyalahgunaan obat-obatan ilegal. "Waspada, karena penyesalan kemudian tiada berguna," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, narasumber PFM Madya BBPOM di Makassar, Atsuko Al-Aminy, memaparkan materi mengenai Lima Kunci Keamanan Pangan. Ia juga mendemonstrasikan penggunaan aplikasi BPOM Mobile agar para orang tua dapat memverifikasi legalitas izin edar produk secara mandiri melalui gawai mereka.

Selain itu, peserta dibekali panduan menjadi konsumen cerdas melalui penerapan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk pangan kemasan.

Melalui kegiatan terpadu ini, BBPOM di Makassar bersama SD Kartika XX-I Makassar berharap dapat mewujudkan ekosistem sekolah yang sehat, dengan dukungan sekolah yang menyediakan kantin aman serta orang tua yang aktif mengawal kebiasaan konsumsi anak sejak dari rumah. Upaya preventif tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Sulawesi Selatan yang sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keamanan pangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....