Bupati Maros Siap Lepas Ratusan Dosen ADPERTISI

  • 22 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Bupati Maros Chaidir Syam menyatakan kesiapannya menerima sekaligus melepas ratusan anggota Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (ADPERTISI). Para akademisi dari berbagai wilayah tersebut dijadwalkan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di sejumlah desa di Kabupaten Maros.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati saat menerima jajaran pengurus pusat ADPERTISI di ruang kerjanya pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam pertemuan dinas tersebut, disepakati bahwa agenda penerimaan dan pelepasan peserta akan dipusatkan pada Selasa, 30 Juni 2026.

“Insya Allah kami siap menerima dan melepas para dosen ADPERTISI yang akan melaksanakan PKM Nasional di desa-desa di Maros. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi konsistensi organisasi profesi ini dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan perdesaan." ujar Chaidir Syam saat menerima audiensi panitia.

Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI Buyung Romadhoni menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maros. Dirinya mencatat bahwa agenda pengabdian di daerah berjuluk Butta Salewangang ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya.

“Maros menjadi salah satu daerah yang sangat responsif terhadap kegiatan pengabdian masyarakat dari kalangan perguruan tinggi swasta. Sebelumnya, kolaborasi strategis antara kaum akademisi dan pemerintah daerah ini juga sukses digelar pada tahun 2021 dan 2024.” kata Buyung Romadhoni menjelaskan alasan pemilihan lokasi.

Guna mematangkan persiapan teknis di lapangan, pengurus ADPERTISI langsung menggelar rapat lanjutan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maros. Sinergi ini penting untuk memetakan kebutuhan riil setiap desa yang akan menjadi lokus pengabdian.

Kepala Dinas PMD Maros Idrus menyambut baik rencana kehadiran para pakar dari ratusan perguruan tinggi swasta tersebut. Pihaknya berharap kehadiran para dosen dapat memberikan solusi atas kendala hilirisasi komoditas unggulan desa.

“Banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang membutuhkan pendampingan, terutama dalam pengelolaan usaha dan pemasaran produk. Seperti persoalan pascapanen Pisang Cavendish di Desa Benteng Gajah serta kendala peremajaan komoditas nira aren di Desa Puca."Tutur Idrus menjelaskan.

Selain sektor pertanian, tantangan serupa berupa penguatan kapasitas produksi dan strategi pemasaran digital juga dihadapi para pembudidaya kepiting bakau. Keahlian multi-disiplin dari para dosen diharapkan mampu mendongkrak daya saing ekonomi warga lokal.

Saat ini, ADPERTISI sendiri menaungi sedikitnya 2.831 dosen yang tersebar di 697 perguruan tinggi dari Aceh hingga Papua. Pada pelaksanaan PKM sebelumnya, sekitar 260 dosen diterjunkan langsung untuk melakukan tata kelola program pemberdayaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....