Dampak Melemahnya Rupiah terhadap Dollar bagi Ekonomi di Sulsel
- 18 Mei 2026 21:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut dibahas dalam Dialog Interaktif PRO1 RRI Makassar edisi Senin, 18 Mei 2026 yang dipandu Arfan Yusri dengan menghadirkan narasumber secara daring, Dr. Hijir Ismail A. Rasyad. Dalam dialog itu, dibahas dampak melemahnya rupiah terhadap sektor ekonomi Sulsel serta langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dr. Hijir menjelaskan bahwa penguatan dolar AS memberi pengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah, khususnya sektor yang masih bergantung pada bahan baku impor. “ Kenaikan nilai dolar ini tentu menyebabkan biaya produksi dan distribusi meningkat sehingga berdampak pada harga barang di pasaran. Kondisi ini tentu perlu diantisipasi bersama agar tidak mempengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan,khususnya di wilayah Sulsel,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah. “ Salah satu langkah utama adalah memperkuat sektor pangan dan menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok melalui koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, Bulog, dan pelaku usaha. Stabilitas harga pangan menjadi prioritas karena sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah,” jelas Dr. Hijir.
Selain itu, Pemprov Sulsel juga mendorong penguatan sektor UMKM dan industri lokal agar mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Menurut Dr. Hijir, penggunaan bahan baku lokal serta peningkatan kualitas produk daerah menjadi langkah penting dalam menghadapi tekanan ekonomi global. “Kita ingin pelaku usaha lokal semakin mandiri dan mampu bersaing sehingga perputaran ekonomi tetap kuat di daerah,” katanya.
Langkah strategis lainnya ialah memperluas pasar ekspor komoditas unggulan Sulsel seperti kakao, rumput laut, hasil perikanan, dan pertanian. Dengan menguatnya dolar, sektor ekspor dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah dan devisa. Pemerintah daerah juga terus mendorong hilirisasi industri agar komoditas tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Pemprov Sulsel terus berupaya meningkatkan investasi dan memperkuat sektor produktif agar ekonomi daerah tetap tumbuh meski ada tekanan global, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi kita di Sulawesi Selatan di tengah kondisi global saat ini yang sebabkan fluktuasi nilai tukar terhadap rupiah kita,” ungkap Dr. Hijir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....