Keutamaan Bulan Dzulhijjah, Momentum Perbanyak Amal Ibadah

  • 16 Mei 2026 15:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Salah Seorang Ulama terkemuka di Sulawesi Selatan, Ishaq Samad mengatakan di dalam Bulan Dzulhijjah, terdapat rangkaian ibadah besar seperti haji, wukuf di Arafah, Idul Adha, dan hari-hari tasyrik. Allah SWT bahkan bersumpah dengan “sepuluh malam” yang oleh banyak ulama ditafsirkan sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

"Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah,"kata Ketua Umum DPP IMMIM sekaligus akademisi ini, Sabtu 16 Mei 2026.

Dikatakan keutamaan Bulan Dzulhijjah bukan hanya bagi jamaah haji di Tanah Suci, tetapi bagi seluruh umat Islam di mana pun berada. "Bulan ini menjadi momentum memperbanyak ibadah, memperkuat ketakwaan, memperbaiki hubungan sosial, serta menumbuhkan semangat pengorbanan dan kepedulian kepada sesama melalui ibadah kurban,"jelasnya kepada rri.

Amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah antara lain:

1. Memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa 1–9 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji. Puasa Arafah memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

2. Memperbanyak zikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Hari-hari Dzulhijjah dianjurkan untuk dihidupkan dengan kalimat-kalimat dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT.

3. Membaca Al-Qur’an, bersedekah, membantu sesama, dan memperbanyak doa serta istighfar.

4. Melaksanakan ibadah kurban bagi yang mampu sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

5. Menjaga silaturahmi, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.

Tentang kapan jatuhnya bulan Dzulhijjah, Ishaq menyebut penetapannya mengikuti kalender Hijriah berdasarkan rukyat hilal dan hisab yang ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat. "Untuk tahun 1447 H / 2026 M, awal Dzulhijjah diperkirakan jatuh sekitar pertengahan Mei 2026, namun kepastian resminya menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Idul Adha sendiri diperkirakan berlangsung sekitar akhir Mei 2026,"pungkasnya.

Ditambahkan Bulan Dzulhijjah mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah tidak hanya diwujudkan melalui ritual ibadah, tetapi juga melalui pengorbanan, keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama umat manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....