Stigma Masyarakat Picu Mantan Pengguna Narkoba Kambuh Lagi

  • 16 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Penyalahgunaan narkotika bukan sekadar masalah kriminalitas, melainkan sebuah kompleksitas perilaku yang membutuhkan penanganan medis dan psikologis yang intensif. Sayangnya, masyarakat sering kali memberikan label atau stigma negatif yang berkepanjangan bagi mereka yang pernah terjerat di lingkaran hitam tersebut.

Psikolog Klinis Ahli Muda BNNP Sulsel, Musma Muiz dalam Program SANKSI Pro 1 RRI Makassar, mengungkapkan Banyak orang keliru menganggap bahwa menjauhi dan mengucilkan mantan pengguna akan memberikan efek jera secara psikologis agar mereka tidak kembali memakai. Kenyataannya, tekanan sosial dan penolakan dari lingkungan sekitar justru menjadi bumerang yang merusak kesehatan mental mereka yang sedang berjuang untuk sembuh. Sabtu, 16 Mei 2026.

“Stigma negatif itu bisa memperburuk atau menyebabkan seseorang yang sudah menyalahgunakan narkotika, lalu mereka sudah berhenti. Bisa jadi menimbulkan keinginan lagi untuk pakai karena ada perasaan bahwa saya dinilai sebagai pengguna. Jadi itu dilakukan secara terus-menerus, sehingga ya sudah kalau seperti itu saya pakai saja lagi,” jelas Musma.

Bagi para pengguna yang berniat untuk pulih, benteng mental yang kokoh harus dibangun agar mereka tidak goyah oleh penilaian buruk lingkungan. Proses pembuktian diri di masyarakat memang membutuhkan waktu, energi, dan konsistensi perilaku yang nyata dari mantan pengguna itu sendiri.

Musma juga mengimbau bagi remaja atau masyarakat yang saat ini sudah mulai merasakan ketergantungan namun takut melapor karena stigma, disarankan untuk segera mengakses layanan rehabilitasi resmi seperti di BNN. Namun, jika kondisinya belum parah, upaya mandiri untuk menghentikan pemakaian secara perlahan harus.

Selain itu, masyarakat diharapkan melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat. Hal ini untuk mengalihkan fokus pada aktivitas yang produktif agar tidak terpikir untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Fokuskan diri pada hal-hal yang baik. Kemudian tidur yang cukup, pola makan yang benar, kemudian ya lakukan hobi-hobi kalian yang memang bermanfaat. Dan ketika itu dilakukan, diharapkan pikiran-pikiran untuk pakai itu teralihkan ke hal-hal baik tadi,” tutup Musma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....