Basarnas Temukan Korban Kedua Korban Terserat Arus Sungai Buakkang
- 11 Mei 2026 09:59 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Buakkang, Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungayya, Kabupaten Gowa. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif selama dua hari.
Operasi pencarian dipimpin oleh tim dari Basarnas Makassar bersama unsur potensi SAR lainnya. Proses penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai yang sebelumnya dilaporkan mengalami luapan debit air akibat hujan deras di wilayah hulu.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026. Pasangan suami istri, Kamuddin (58) dan Lami Dg Ngugi (57), diketahui tengah menjala ikan ketika arus sungai tiba-tiba membesar dan menyeret keduanya.
Korban pertama, Kamuddin, ditemukan warga pada Minggu, 10 Mei 2026, sekitar pukul 13.20 WITA. Jasadnya ditemukan masih terlilit jala ikan di aliran sungai.
Setelah penemuan tersebut, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban kedua dengan menyisir area sungai dan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada Senin pagi, 11 Mei 2026, sekitar pukul 08.30 WITA. Korban kedua, Lami Dg Ngugi, ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan korban pertama.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Arif Anwar, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai, berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik penemuan korban pertama,” ungkap Arif.
Ia menyampaikan bahwa dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca dan debit air sungai sebelum beraktivitas, terutama di wilayah yang rawan arus deras saat hujan di hulu,” tambahnya.
Jenazah kedua korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Operasi pencarian ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, BPBD Gowa, relawan, serta warga setempat yang sejak awal turut membantu proses pencarian secara bergotong royong.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....