Jadi Pusat Produksi, Pengembangan Kakao di Sulawesi Hadapi Sejumlah Tantangan
- 08 Mei 2026 21:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, Arif Machfoed mengatakan pengembangan kakao di wilayah Sulawesi masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain produktivitas yang belum optimal serta keterbatasan peremajaan tanaman. Padahal, Sulawesi merupakan salah satu pusat utama produksi kakao nasional dengan kontribusi yang sangat signifikan.
"Potensi ini menjadikan kakao sebagai komoditas strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,"kata Arif, Jumat 8 Mei 2026.
Menurutnya kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan komoditas kakao di daerah sangat penting. “Kami meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara Pelaku Usaha (Offtaker dan Petani), Lembaga Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga Terkait, pengembangan kakao tidak hanya akan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif," ujar Arif Machfoed.
Sejak tahun 2025, telah terbentuk 4 (empat) ekosistem keuangan di Wilayah Sulawesi yaitu di Kabupaten Luwu Timur - Sulawesi Selatan (Sulsel), Kabupaten Polewali Mandar - Sulawesi Barat (Sulbar), Kabupaten Poso - Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Kabupaten Konawe Selatan - Sulawesi Tenggara (Sultra). Adapun pada ekosistem tersebut masing-masing telah memiliki kerja sama dengan perbankan dalam pemberian akses permodalan.
"Sampai dengan saat ini telah tersalurkan pemberian kredit/pembiayaan sebesar Rp26 Miliar kepada 223 petani,"pungkasnya.
Sebagai langkah strategis, OJK Sulselbar bersama OJK Institute dan akademisi Universitas Hasanuddin juga telah menuntaskan riset mengenai akses keuangan di ekosistem kakao.
Direktur Riset OJK Institute, Bayu Bandono menjelaskan bahwa riset ini menawarkan solusi berbasis data, salah satunya adalah skema asuransi parametrik. Skema ini dirancang sebagai mitigasi risiko bagi petani terhadap gagal panen atau fluktuasi iklim.
"Kami berharap riset ini dapat memberikan insight yang bermanfaat, baik bagi internal maupun eksternal, termasuk pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat luas, dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran sehingga mampu menjadi referensi strategis dalam mendorong penguatan sektor jasa keuangan serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ucap Bayu Bandono.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen dalam mendorong terbentuknya ekosistem pengembangan ekonomi daerah komoditas kakao di Pulau Sulawesi, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyerahkan plakat apresiasi kepada ekosistem keuangan yang telah terbentuk kepada para pelaku usaha yang dalam hal ini diwakili oleh offtaker didampingi oleh pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan dalam ekosistem pengembangan ekonomi daerah komoditas kakao.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....