Rasio Ideal Pengasuh dan Anak Kunci Keamanan Daycare

  • 05 Mei 2026 15:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Standarisasi pengasuh dalam lembaga daycare sangat krusial, terutama melalui sertifikasi tenaga yang terlatih dalam memahami tumbuh kembang serta hak perlindungan anak. Kompetensi ini memastikan pengasuh memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menangani anak sesuai usianya.

Kepala Bidang PPPA DP3ADALDUKKB Sulsel, Meisy Papayungan dalam program Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Makassar pada Senin, 4 Mei 2026 mengatakan bahwa saat ini banyak penyelenggara yangmasih mengabaikan standarisasi pengasuh dengan mempekerjakan staf yang belum terlatih secara formal. Sehingga, meningkatkan risiko terjadinya salah penanganan atau bahkan kekerasan terhadap anak.

“Itu juga sangat penting karena semakin muda usia anak, semakin butuh perhatian lebih. Jadi, kalau misalnya satu pengasuh mungkin hanya bisa menangani satu sampai tiga anak, kalau untuk anak di bawah satu tahun. Karena lebih banyak menyita waktu,” jelas Meisy.

Pengelolaan rasio yang tidak seimbang, seperti menggabungkan terlalu banyak anak dari berbagai rentang usia dengan pengasuh yang terbatas, sangat tidak disarankan. Hal ini akan mengganggu kualitas pengawasan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Dosen Fakultas Psikolog UNM, Novita Maulidya Jalal, mengungkapkan dalam perspektif psikologi, rasio antara pengasuh dan anak sangat krusial karena berdampak langsung pada kondisi emosional pendamping. Rasio yang tidak ideal dapat memicu kelelahan fisik dan psikologis bagi pengasuh, yang berisiko menimbulkan fenomena displacement.

“Kalau misalkan rasionya sangat banyak, akan berdampak pada kelelahan fisik dan juga kelelahan emosi pada caregiver atau pengasuh. Secara psikologis, salah satu bentuk yang dapat dia lakukan adalah displacement atau menyalahkan anak, bahkan bisa melakukan kekerasan fisik pada anak berupa ancaman,” jelas Novi.

Oleh karena itu, kesejahteraan emosional pengasuh adalah prasyarat utama untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak.Jika beban kerja melebihi kapasitas, perhatian pengasuh akan terpecah sehingga mereka gagal merespons kebutuhan anak secara cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....