Lulusan Pendidikan Jarak Jauh Terbukti Terserap Dunia Kerja

  • 04 Mei 2026 11:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Data serapan lulusan pendidikan jarak jauh ke dunia kerja menunjukkan hasil yang signifikan. Pada seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2019, sekitar 9.432 lulusan Universitas Terbuka berhasil diterima, atau sekitar 50 persen dari total sekitar 20 ribu ASN yang direkrut saat itu.

Fakta itu diungkap Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Dr. Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam Dialog Makassar Sore Ini di RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 2 Mei 2026, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagaimana dikutip dari siaran resmi RRI Pro 1 Makassar.

Angka tersebut, menurut Prof. Muktiyanto, mematahkan anggapan bahwa lulusan pendidikan jarak jauh kalah bersaing dibanding lulusan perguruan tinggi konvensional. Kualitas lulusan, ia tegaskan, ditentukan oleh standar akademik yang diterapkan, bukan oleh model pembelajaran yang digunakan.

"Reputasi alumni yang paling membanggakan adalah saat mereka lulus tepat waktu, meraih IPK terbaik, dan terserap oleh dunia kerja. Bahkan bila tidak, mereka menciptakan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain," ujarnya.

Selain serapan ASN, Prof. Muktiyanto juga menyoroti pentingnya semangat kewirausahaan di kalangan lulusan. Ia menilai kemampuan menciptakan lapangan kerja mandiri merupakan indikator keberhasilan pendidikan yang tidak kalah penting dari sekadar terserap sebagai pegawai. "Itulah yang disebut dengan entrepreneurship," tegasnya.

Di Sulawesi Selatan, dalam tiga hingga empat tahun terakhir jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan jarak jauh tumbuh lebih dari 100 persen. "Yang semula dulu tiga ribuan, sekarang sudah di atas sepuluh ribu. Itu menunjukkan kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan yang semakin meningkat," ungkap Prof. Muktiyanto.

Prestasi mahasiswa pun turut mencerminkan kualitas yang tidak kalah dari perguruan tinggi konvensional. Salah satu mahasiswa UT bahkan berhasil meraih juara dunia cabang olahraga memanah berkuda di tingkat internasional.

Prof. Muktiyanto mendorong agar paradigma masyarakat tentang pendidikan tinggi terus bergeser. Pendidikan berkualitas, ia nilai, tidak harus selalu identik dengan perkuliahan tatap muka di kampus besar kota, melainkan dapat diraih melalui berbagai jalur yang kini semakin terbuka di era digital.

Ia menambahkan, kontribusi nyata lulusan kepada masyarakat dan negara menjadi tolok ukur sejati keberhasilan sebuah sistem pendidikan, terlepas dari model atau metode pembelajaran yang ditempuh. "Tidak ada yang mustahil kalau kita punya semangat yang sama, cinta tanah air, dan ingin bangsa kita maju," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....