Ini Tiga Tantangan Krusial Sekolah Rakyat
- 30 Apr 2026 21:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah dan berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial terus menjadi sorotan publik. Bahkan, kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke salah satu lokasi sekolah tersebut semakin menegaskan pentingnya program ini sebagai wajah baru pendidikan Indonesia yang adaptif dan inklusif.
Pengamat pendidikan Khafrawi Sainong Kamis 30 April 2026 menilai bahwa Sekolah Rakyat hadir dengan semangat pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di bawah garis ekonomi.
“Sejak awal, program ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat agar bisa merasakan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Menurutnya, konsep adaptif dalam Sekolah Rakyat tercermin dari dukungan fasilitas dan intervensi langsung pemerintah. Tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, program ini juga menekankan pembentukan karakter peserta didik.
| Baca juga: SMAN 5 Wajo Gelar MPLS Ramah Berkarakter |
Meski dinilai memiliki konsep yang kuat, Khafrawi mengingatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat belum dapat disimpulkan dalam waktu dekat. Ia menilai, indikator utama justru terletak pada hasil lulusan di masa depan.
“Kita harus melihat bagaimana alumni pertama nanti, apakah mereka bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau terserap di dunia kerja,” jelasnya.
Keberlanjutan program juga menjadi perhatian, terutama dalam memastikan dampak nyata terhadap perubahan taraf hidup peserta didik.
Khafrawi mengidentifikasi setidaknya tiga tantangan utama yang perlu diantisipasi pemerintah:
"Pertama, akurasi data penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya validasi agar program tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak."
Kedua, kesetaraan sistem pendidikan. Menurutnya, perhatian besar terhadap Sekolah Rakyat tidak boleh membuat sekolah konvensional terabaikan.
“Semua anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang baik, bukan hanya yang masuk dalam program tertentu,” katanya.
Ketiga, dampak jangka panjang. Program ini diharapkan mampu menjadi alat mobilitas sosial yang mengubah pola pikir dan kualitas hidup masyarakat.
Secara faktual, Sekolah Rakyat saat ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi anggaran dan perhatian pemerintah dibandingkan sekolah konvensional. Hal ini menjadikannya sebagai program unggulan atau “primadona” dalam kebijakan pendidikan berbasis kesejahteraan sosial.
Selain itu, kehadiran Sekolah Rakyat juga memberikan efek ekonomi, seperti membuka lapangan kerja baru dan melibatkan masyarakat dalam pembangunan.
Namun, Khafrawi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak semata pada besarnya anggaran.
“Yang paling penting adalah hasilnya. Apakah pendidikan ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup peserta didik,” tegasnya.
Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi model pendidikan alternatif yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masa depan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....