Disnakertrans Sulsel Fasilitasi Koordinasi Buruh Sambut Mayday

  • 30 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar forum Dialog Sosial secara intensif bersama serikat pekerja sejak 28 hingga 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi koordinasi para buruh dalam menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada esok hari.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Sulsel, Raod, S.H.,M.H. saat diwawancara program dialog RRI Makassar kamis pagi 30 April 2026 menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung upaya peningkatan kesejahteraan para pekerja. Melalui forum ini, para perwakilan buruh diberikan ruang seluas-luasnya untuk merumuskan aspirasi yang nantinya akan disampaikan langsung kepada pimpinan daerah.

"Tadi malam kami bersama serikat buruh berada dalam satu forum untuk membahas koordinasi peringatan May Day tahun ini. Nantinya akan lahir satu rekomendasi yang akan disampaikan pada saat malam ramah tamah bersama Bapak Gubernur beserta seluruh Forkopimda Sulawesi Selatan," ujar Raoda.

Selain fokus pada dialog, Disnakertrans juga menyoroti pentingnya peran Dewan Pengupahan dan LKS Tripartit dalam menjaga iklim investasi yang kondusif di wilayah Sulawesi Selatan. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik industrial yang mungkin terjadi saat aksi massa berlangsung.

"Kami dari pemerintah senantiasa mendukung teman-teman dalam rangka peningkatan kesejahteraannya melalui wadah komunikasi yang sehat. Harapan kami adalah seluruh agenda peringatan May Day besok dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tetap mengedepankan substansi perjuangan buruh," jelasnya menambahkan.

Pemerintah Provinsi juga telah menyiapkan agenda malam ramah tamah sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pekerja dalam pembangunan ekonomi daerah. Dalam acara tersebut, Gubernur dijadwalkan akan mendengarkan langsung poin-poin krusial yang menjadi kegelisahan para buruh saat ini.

"Fokus kami melalui mediator hubungan industrial adalah melakukan pembinaan ke perusahaan-perusahaan agar manajemen bisa memperhatikan pekerja secara adil. Penegakan aturan ketenagakerjaan menjadi prioritas utama kami untuk memastikan masa depan pekerja yang lebih baik di Sulawesi Selatan," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....