Atasi Krisis Air di Utara Kota, PDAM Makassar Percepat Pemulihan Distribusi

  • 30 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Makassar

RRI.COID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin terus mendorong percepatan penanganan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya di kawasan utara kota.

Melalui jajaran direksi baru Perumda Air Minum Kota Makassar, berbagai langkah strategis kini mulai dijalankan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Plt. Direktur Utama PDAM, Andi Syahrum Makkuradde, menegaskan bahwa penanganan krisis air menjadi prioritas utama, terutama di wilayah terdampak seperti Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah.

“Penanganan krisis air di wilayah utara menjadi fokus kami. Kami sudah melakukan pemetaan masalah dan menyiapkan solusi konkret,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Sebagai langkah awal, direksi PDAM bersama Komisi B DPRD Makassar turun langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur distribusi, termasuk jaringan pipa di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pongtiku. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama terganggunya layanan adalah menurunnya debit air baku. Selain itu, PDAM juga tengah mendalami peran pihak ketiga dalam pengelolaan air baku guna memastikan penyebab persoalan dapat diurai secara menyeluruh.

Untuk solusi jangka pendek, PDAM Makassar mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki serta penyediaan tandon di sejumlah titik terdampak. Bantuan ini juga diberikan kepada warga yang belum menjadi pelanggan sebagai bagian dari fungsi sosial perusahaan.

Sementara itu, untuk jangka panjang, PDAM menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi sumber air baku, evaluasi jaringan distribusi untuk mendeteksi kebocoran, serta penambahan suplai air dari beberapa alternatif seperti Somba Opu, Moncongloe, dan Panaikang.

Andi Syahrum mengungkapkan bahwa penurunan debit air sempat terjadi signifikan, meski saat ini mulai meningkat pascahujan. Namun demikian, kondisi tersebut masih belum mencapai angka normal. “Debit air sempat turun drastis, dan saat ini baru mulai naik. Ini yang menjadi fokus penanganan kami agar distribusi kembali stabil,” jelasnya.

Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, PDAM Makassar juga menyiapkan langkah antisipatif, seperti penambahan pompa di sejumlah titik, kerja sama lintas instansi, hingga pengembangan sumber air alternatif seperti sumur bor. Selain itu, perbaikan kebocoran pipa juga tengah dilakukan, salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16 (Jembatan Pai), yang sebelumnya berdampak pada terganggunya suplai air di sejumlah wilayah.

PDAM Makassar menegaskan bahwa krisis air bersih tidak lagi dianggap sebagai persoalan rutin tahunan, melainkan harus ditangani secara sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah kota, DPRD, dan berbagai pihak terkait, upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan air bersih yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....