Perkuat Pondasi Keagamaan, UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar
- 28 Apr 2026 14:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan tiga Guru Besar. Tiga guru besar tersebut diantaranya Prof. Dr.Hj. Rahmi Damis, M.Ag, Prof. Dr. Hj. Marhaeni Saleh M,M.Pd dan Prof Drs. Wahyuddin Halim M.A., M.A.,Ph.D. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Auditorium UIN Alauddin Kampus 2 Kabupaten Gowa.
Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag mengucapkan rasa syukur karena untuk sampai di titik ini tidak mudah, dukungan penuh dari keluarga, kerabat, dosen, menjadi penunjang terhadap keberhasilannya mencapai gelar baru. "Artinya rasa syukur itu, tidak bisa kita ungkapkan karena semua ini pemberian dari Allah,"kata Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag saat ditemui pasca kegiatan pengukuhan.
Di sisi lain, ia menyebut ilmu yang dimiliki tentu akan diimplementasikan di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Khusus tengah-tengah masyarakat, salah satu ilmu yang bisa diaplikasikan langsung yakni membebaskan masyarakat dari buta aksara Al-Qur'an. "Kemudian kita mengimplementasikan kandungan isi Al-Quran dengan memberikan pemahaman kepada mereka sehingga sedikit demikian sedikit ajaran Al-Qur'an bisa membumi," ungkapnya.
Dikatakan tujuan Al-Quran diturunkan yakni petunjuk bagi manusia. "Kalau Hudallinnas (pentujuk bagi manusia) tidak akan tercapai manakala tidak dipahami kandungannya, sementara Al-Qur'an ini menggunakan bahasa Arab sehingga perlu pembimbing,"jelasnya.
Ia mengimbau agar anak muda khususnya mahasiswa UIN Alauddin Makassar bisa terus belajar dan memperdalam ilmu agama yang dimiliki.
Sebelumnya Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag ini selain berprofesi sebagai akademisi, ia juga merupakan salah satu narasumber tetap RRI Makassar untuk Program Siaran Agama.
Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. berpesan kepada tiga guru besar yang sudah dikukuhkan untuk tetap mengabdi di kampus dan masyarakat serta diminta untuk tidak menyulitkan mahasiswa dari tugas akhir (Skripsi, Tesis dan Disertasi). "Pesan saja selaku sahabat silahkan lanjutkan mengajar, meneliti dan melatih, turunkan tensi naikkan empati, hindarkanlah dari sikap senang melihat mahasiswa siswa atau SMS,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....