Strategi Air Jadi Kunci Produksi Padi Melimpah

  • 27 Apr 2026 23:21 WIB
  •  Makassar

RRI .CO.ID, Makassar - Musim kemarau di Sulawesi Selatan diprediksi datang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menuntut kesiapan serius dalam menjaga produksi padi tetap stabil.

Pemerintah Provinsi Sulsel mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi dampak El Nino. Salah satunya melalui pembangunan ratusan titik sumur di area persawahan.

Sekitar 300 titik sumur direncanakan dibangun pada tahun 2026. Program ini didukung pendanaan dari APBD maupun APBN untuk menjamin ketersediaan air.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat penyediaan benih unggul secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Optimalisasi lahan juga dilakukan melalui program optimasi lahan rawa dan non-rawa. Tujuannya meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun. “Musim kemarau ini agak cepat dibanding tahun sebelumnya, sehingga perlu perencanaan matang menghadapi El Nino,” ujar Muh. Syaripuddin Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHBUN Sulsel, saat berbincang di programa 1 RRI Makassar, Senin, 27 April 2026. Ia menegaskan pentingnya penyediaan sumber air di persawahan.

“Dengan adanya sumber air, lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam bisa ditingkatkan menjadi dua kali tanam,” lanjutnya. Hal ini menjadi strategi utama meningkatkan produksi padi.

Pemerintah berharap langkah ini mampu menjaga ketahanan pangan daerah. Kolaborasi petani dan pemerintah dinilai penting menghadapi tantangan iklim ekstrem.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....