Barantin Siapkan Moderinasi Laboratorium untuk Tingkatkan Pengawasan

  • 26 Apr 2026 12:08 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean mengungkapkan telah menyiapkan modernisasi laboratorium, yang ditargetkan pada tahun 2027 ini semua dapat dilaksanakan disemua laboratorium se Indonesia, ini dianggap penting mengingat laboratorium yang ada saat ini usianya sudah tua dan masih jadul.

“Kami akan lakukan modernisasi , dan saya harapkan tahun 2027 semua laboratorium karantina se-Indonesia itu sudah melakukan modernisasi. Jadi level laboratorium itu akan sama dengan negara-negara maju lainnya, negara-negara mitra. kecepatan layanan, transparansi, semuanya ada di situ. Untuk Sumber Daya Manusia (SDM) , Karantina memiliki SDM yang memumpuni,” kata Sahat, Sabtu 25 April 2026

Menurutnya, modernisasi laboratorium sudah harus segera dilakukan agar bisa naik level menyamai negara-negara maju dan dipastikan akan menciptakan kecepatan layanan hingga transparansi yang lebih optimal.

Menurutnya, Barantin akan melakukan modernisasi seluruh laboratorium dari Sabang hingga Papua dengan nilai investasi sekitar Rp4-5 triliun. Dengan anggaran ini tentunya akan banyak mengubah “wajah” laboratorium, mencakup penggantian peralatan laboratorium, perbaikan gedung, peningkatan sistem layanan dan penguatan SDM.

“Jadi bukan alatnya saja yang canggih, tetapi SDM-nya tidak dilatih. Jadi semua aspek kita akan rapikan semuanya. Mudah-mudahan 2027 nanti bisa kami pertanggungjawabkan," kata Sahat menjelaskan.

Selain itu, Sahat menyebutka telah melakukanm perbaikan sistem layanan dengan menggunakan digitalisasi sehingga tidak lagi ditemui sistem manual dalam pelayanan.”Sistem layanan secara digital yang dilakukan pihak Barantin , termasuk kategori low risk (risiko rendah) yang pengerjaannya memakan waktu 6-7 jam, namun demikian jika dokumen komoditi tersebut telah lengkap.

Dengan sistem ini, dokumen yang masuk maupun keluar dari Indonesia telah disubmit terlebih dahulu dan dokumennya telah sampai barang sampai negara tujuan atau sampai ke Indonesia.”Banyak hal yang saya benahi, sistem layanan secara digital, kemudian laboratoriumnya kita perkuat, mudah-mudahan tahun depan ada loan juga, kami bereskan semua dan 2027 sudah selesai," paparnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....