Peringati Hari Bumi, Mahasiswa UMI Unjuk Rasa di Balai Kota

  • 22 Apr 2026 18:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada Rabu, 22 April 2026, puluhan mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (FT UMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Makassar. Massa aksi tiba di lokasi pada sore hari dengan membawa sejumlah aspirasi terkait kondisi lingkungan hidup yang dinilai kian memprihatinkan di Kota Daeng.

Aksi ini menjadi pengingat bagi pemerintah setempat akan tanggung jawab mereka terhadap kelestarian alam perkotaan. Dalam orasinya, massa menuntut Pemerintah Kota Makassar untuk segera melunasi janji-janji politik yang pernah disampaikan Wali Kota saat masa kampanye pencalonannya.

Mahasiswa menilai, narasi kemajuan kota yang digaungkan selama ini belum sepenuhnya menyentuh akar permasalahan lingkungan, terutama terkait pengelolaan limbah domestik dan kebersihan drainase makro di berbagai titik strategis kota.

Jenderal Lapangan aksi, Muhammad Zul, menegaskan bahwa fokus utama gerakan mereka adalah menagih janji wali kota mengenai pembebasan biaya retribusi sampah bagi warga. "Sore hari ini kami dari Fakultas Teknik UMI menegaskan bahwa di Makassar masih ada sampah yang harus dibayar. Padahal janji kampanye Wali Kota sebelum menjabat adalah menggratiskan biaya sampah bagi masyarakat," ujar Zul saat diwawancarai oleh RRI di lokasi aksi.

Selain persoalan retribusi, mahasiswa juga menyoroti kondisi kanal-kanal di Makassar yang dinilai tidak terawat dan dipenuhi sampah. Menurut Zul, sebagai kota yang memproklamirkan diri menuju "Kota Dunia", realita di lapangan menunjukkan kontradiksi yang nyata. Masih banyak kanal yang tersumbat dan belum tersentuh pembersihan maksimal, sehingga fungsi kanal sebagai pengendali banjir dan ruang publik menjadi terganggu.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat personel Satpol PP ini diwarnai dengan berbagai atribut simbolis. Para mahasiswa membawa properti menyerupai bola dunia sebagai perlambang kondisi bumi yang kian rapuh. Tak hanya itu, sejumlah poster bernada kritis turut dibentangkan, di antaranya bertuliskan "Bumi Bernilai Bagi Kita Semua" dan "Makassar Terancam Iklim," yang menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas.

Meskipun membawa isu yang cukup krusial, aksi unjuk rasa ini berjalan dengan sangat tertib. Massa mahasiswa memilih untuk tidak memblokade jalanan, sehingga arus lalu lintas di depan Kantor Wali Kota tetap lancar tanpa hambatan berarti. Kesadaran peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban umum mendapat apresiasi karena menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Hingga massa membubarkan diri menjelang petang, mereka berharap agar momentum Hari Bumi ini menjadi titik balik bagi Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mahasiswa mengancam akan kembali melakukan pengawalan jika tuntutan terkait pembersihan kanal dan penggratisan biaya sampah tidak segera direalisasikan secara konkret oleh pemangku kebijakan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....