Waspada Rekayasa Sosial, OJK Intensifkan Edukasi dan Sosialisasi
- 22 Apr 2026 18:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Penipuan merupakan sifat buruk manusia yang kini bertransformasi ke ranah digital. Olehnya itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada dan mampu mengenali indikasi penipuan di sektor jasa keuangan.
Asisten Manajer Madya OJK Prov. Sulsel Sulbar, Inci M. Darmawan dalam Program Indonesia Cerdas pada Rabu, 22 April 2026 mengungkapkan bahwa OJK menerima beberapa pengaduan masyarakat terkait layanan keuangan. Diantaranya, yang berkaitan restrukturisasi (keringanan cicilan bagi debitur) dan penipuan Social Engineering (rekayasa sosial).
“Dari awal telepon itu digunakan sebagai media komunikasi sampai sekarang itu merupakan salah satu tindak penipuan yang masih eksis sampai sekarang, karena sangat simple. Kita hanya perlu memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat terkait suatu layanan,” ungkap Inci.
Inci mengakui jumlah pengaduan tertinggi di OJK terkait masalah restrukturisasi (keringanan cicilan) bagi debitur. Sementara itu, pengaduan terkait penipuan memiliki modus Social Engineering (rekayasa sosial) yang paling marak.
| Baca juga: Waspada Gibah dan Fitnah di Media Sosial |
Inci menjelaskan bahwa pelaku penipuan akan memanipulasi psikologi korban. Pelaku akan menyamar sebagai pegawai instansi (seperti Shopee, Tokopedia, atau Pegawai Bank) untuk membimbing korban melakukan transaksi atau memberikan kode OTP.
Modus penipuan menyasar berbagai latar belakang korban. “Berdasarkan data statistik OJK secara nasional, yang paling tinggi itu adalah ibu rumah tangga, itu peringkat 1. Kemudian disusul oleh mahasiswa, peringkat ke-2 dan guru peringkat ke-3,” jelas Inci.
Diungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama modus penipuan tersebut. Ibu rumah tangga, sering terjebak kepanikan terkait paylater ataupun kebocoran data belanja online.
Sementara itu, mahasiswa mudah tergiur gaya hidup hedon dan investasi instan. Selain itu, guru juga terjebak dalam kondisi tekanan beban finansial. Berdasarkan data tersebut, OJK secara intensif melakukan edukasi dan sosialisasi hingga ke kecamatan/desa di Kabupaten/Kota di lingkup kerjanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....