Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada

  • 18 Apr 2026 09:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini. Berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Nino tahun ini berpotensi lebih kuat dibanding periode sebelumnya sehingga memicu kemarau panjang yang berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif dengan mengaktifkan tujuh posko siaga di berbagai titik strategis. “Fokus utama kami selama musim kemarau adalah dua hal, yaitu potensi kebakaran dan kekeringan. Untuk itu, kami membentuk posko khusus guna memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat,” ujarnya, Jumat 17 Maret 2026.

Tujuh posko tersebut terdiri atas satu posko induk (Mako) di Jalan Ratulangi dan enam posko pendukung yang berada di kawasan Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, dan Manggala. “Total ada tujuh posko yang kami aktifkan agar penanganan kejadian darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” tambah Fadli.

Selain penanganan kebakaran, Damkarmat juga akan membantu distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan dengan mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum menggunakan armada yang tersedia. “Namun demikian, sebagian armada tetap disiagakan untuk penanganan kebakaran,” jelasnya.

Saat ini Damkarmat Makassar memiliki sekitar 60 unit armada yang tersebar di berbagai posko. Seluruh armada tersebut akan dimaksimalkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, baik dalam penanganan kebakaran maupun distribusi air bersih.

Fadli juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan kosong yang ditumbuhi rumput kering. Menurutnya, rumput kering sangat mudah terbakar, terutama jika terdapat sumber api seperti puntung rokok atau pembakaran sampah.

“Ini yang sering menjadi pemicu kebakaran di musim kemarau,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW dalam melakukan pengawasan terhadap area rawan kebakaran sebagai langkah pencegahan dini. Di sisi lain, Damkarmat Makassar menyoroti kebutuhan penguatan sarana dan prasarana seiring perkembangan kota dan kompleksitas penanganan kebakaran yang semakin tinggi.

“Penanganan kebakaran saat ini semakin kompleks, termasuk munculnya kasus kebakaran baterai kendaraan listrik yang membutuhkan alat khusus seperti fire blanket, yang saat ini belum tersedia,” ungkap Fadli.

Selain itu, Damkarmat juga membutuhkan armada khusus untuk penanganan kebakaran di wilayah perairan seperti speedboat atau fireboat. Saat ini fasilitas yang tersedia masih terbatas pada perahu karet.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat meminimalisir risiko bencana selama musim kemarau. “Kami juga memastikan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat,” tukasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....