Madrasah Negeri di Makassar Justru Makin Diminati meski tanpa Zonasi
- 15 Apr 2026 14:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Jumlah sekolah Madrasah Negeri di Kota Makassar yang masih tergolong terbatas dibandingkan sekolah umum membuat sistem penerimaan peserta didik baru tidak menerapkan zonasi. Kondisi ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di Madrasah.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyuddin Hakim, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah Madrasah negeri di Makassar memang masih sangat terbatas. “Untuk jenjang Aliyah hanya tersedia tiga sekolah, sementara Tsanawiyah dan Ibtidaiyah masing-masing hanya dua sekolah,” kata Wahyuddin Hakim kepada RRI.co.id, Rabu, 15 April 2026.
Dengan keterbatasan tersebut, sistem zonasi dinilai tidak relevan untuk diterapkan pada Madrasah. Oleh karena itu, proses penerimaan murid baru dilakukan secara terbuka tanpa membatasi wilayah domisili calon siswa. Kebijakan ini memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mengakses pendidikan berbasis keagamaan yang berkualitas.
Wahyuddin Hakim menegaskan bahwa penerimaan murid baru di Madrasah tidak hanya terbuka untuk seluruh wilayah, tetapi juga dimulai lebih awal dibandingkan sekolah umum. Selain itu, proses seleksi dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur prestasi dan jalur reguler, guna menjaring siswa dengan kemampuan akademik maupun non-akademik yang beragam.
“Penerimaan murid baru ini terbuka untuk seluruh wilayah,” ujar Wahyuddin Hakim.
Ia juga menambahkan bahwa tren minat masyarakat terhadap Madrasah terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Madrasah semakin menguat.
Wahyuddin Hakim menyebutkan bahwa untuk pendaftaran murid baru tingkat Madrasah di semua jenjang turut mengalami peningkatan signifikan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jumlah pendaftar bahkan melonjak cukup tajam.
Fenomena ini tidak terlepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pengajar, penguatan kurikulum berbasis keislaman dan sains, hingga pengembangan fasilitas pendukung pembelajaran. Selain itu, integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar juga mulai diterapkan di sejumlah Madrasah negeri di Makassar, menjadikannya lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Dengan tren tersebut, Madrasah kini tidak lagi dipandang sebagai pilihan alternatif, melainkan menjadi salah satu tujuan utama pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Kota Makassar dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....