Per 1 Mei, Sampah Plastik Bisa Ditukar Dengan Minyak Goreng di Kelurahan Bulurokeng

  • 13 Apr 2026 16:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Demi membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mengurangi volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Pemerintah Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar akan menghadirkan tempat pembelian sampah plastik yang rencananya akan diberlakukan pada 1 Mei 2026.

Dikatakan masyarakat yang memiliki sampah plastik, baik botol plastik maupun sama non organik lainnya bisa dibawa di tempat pembelian sampah plastik tersebut dan ditukar dengan minyak goreng. "Kami ada program terkait sampah plastik dan sejenisnya, kalau cukup 10 kilo bisa ditularkan 1 liter minyak goreng. Jadi mulai 1 Mei kita lakukan ini supaya masyarakat antusias juga membantu pemerintah dan dimulai dari masyarakat dulu,"kata Lurah Bulurokeng, Muh Mahar, Senin 13 April 2026.

Muh Mahar berharap dengan adanya inovasi ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk lebih antusias dan berpartisipasi dalam memilah sampah non organik, mengingat sampah plastik tersebut bisa memiliki nilai ekonomis.

Sebelumnya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meminta agar camat dan lurah bisa memanfaatkan bank sampah maupun kontainer untuk dijadikan sebagai tempat pembelian sampah plastik. Hal ini untuk membantu pendapatan rumah tangga.

"Minta tolong camat dan lurah siapkan tempat pembelian sampah. Bisa manfaatkan kontainer atau bank-bank sampah yang ada, yang jelas saya mau ada tempat pembelian sampah supaya sampah ini bisa ada nilai ekonominya dan menambah income pemasukan rumah tangga,",tegasnya.

Munafri menuturkan saat ini, sudah ada beberapa wilayah bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menghadirkan inovasi tersebut, salah satunya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). "Di PTSP saya lihat sudah ada, masyarakat bawa sampah plastiknya bisa ditukar sama minyak dan sebagainya. Inovasi seperti ini yang dibutuhkan,"ungkap Appi sapaan akrabnya.

Munafri berharap kolaborasi dengan camat dan lurah yang dibangun bisa membantu untuk mengurangi beban sampah di TPA Antang. "Tentu kolaborasi ini penting. Penanganan sampah di Makassar tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, harus kerjasama makanya saya minta camat dan lurah untuk sama-sama menyelesaikan ini dan warga juga bisa lebih mandiri minimal dengan memilah sampah sendiri," harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....