Alasan Pemprov Sulsel Pilih Lexus LM sebagai Kendaraan Dinas Gubernur
- 12 Apr 2026 07:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait sorotan publik atas pengadaan kendaraan operasional Gubernur berupa Lexus LM. Klarifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan keputusan instan, melainkan bagian dari strategi penataan aset daerah yang dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pengadaan Lexus LM ini disebut sebagai langkah terukur dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan aset. Kendaraan tersebut merupakan aset sah milik daerah yang diadakan pada tahun 2025 dan telah tercatat secara resmi sebagai Barang Milik Daerah (BMD). Kehadirannya diperuntukkan untuk menunjang layanan protokoler serta mendukung operasional pemerintahan secara kedinasan yang membutuhkan mobilitas tinggi dan kenyamanan kerja.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Salim Basmin, menjelaskan bahwa keputusan menghadirkan Lexus LM telah melalui berbagai pertimbangan strategis. Salah satu faktor utama adalah efisiensi anggaran jangka panjang, terutama dalam mengurangi beban pemeliharaan kendaraan dinas yang sudah tidak ekonomis.
“Pengadaan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari langkah efisiensi pengelolaan aset daerah. Selama ini, Pemprov Sulsel menanggung beban pemeliharaan ratusan kendaraan dinas yang sudah berusia tua dan tidak lagi ekonomis untuk digunakan,” kata Muhammad Salim dalam keterangan resminya, Sabtu 11 April 2026..
Ia menambahkan, sebelum pengadaan Lexus LM dilakukan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah lebih dulu melepas ratusan kendaraan dinas melalui mekanisme lelang resmi. Kendaraan yang dijual tersebut umumnya telah melewati batas usia pakai serta memiliki biaya operasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Belanja sekitar Rp2 miliar pada 2025 untuk pengadaan Lexus LM ini menjadi bagian dari strategi efisiensi lanjutan," kata Muhammad Salim. "Langkah tersebut diambil setelah pelepasan sejumlah kendaraan, termasuk enam unit Toyota Alphard, serta berbagai kendaraan lain seperti Innova, Pajero, dan ratusan unit lainnya yang dinilai tidak lagi optimal."
Lebih jauh, Salim menegaskan pemilihan Lexus LM bukan tanpa alasan. Kendaraan ini dikenal memiliki fitur kenyamanan tinggi serta teknologi modern yang mampu menunjang efektivitas kerja, terutama dalam aktivitas kedinasan yang padat dan membutuhkan mobilitas cepat serta ruang kerja yang representatif.
Sebagai informasi tambahan, Lexus LM merupakan kendaraan premium berbasis MPV yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas eksekutif, dengan fitur kabin yang mendukung kenyamanan dan produktivitas selama perjalanan. Hal ini dinilai relevan dengan kebutuhan operasional kepala daerah yang kerap melakukan perjalanan dinas intensif di berbagai wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....