Local Tourism Jadi Solusi Strategis di tengah Melambungnya Harga Tiket Pesawat

  • 08 Apr 2026 20:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Lonjakan harga tiket pesawat yang terjadi belakangan ini mulai mengubah peta perjalanan masyarakat. Menanggapi fenomena tersebut, tren local tourism atau wisata lokal kini mencuat sebagai pilihan paling rasional bagi wisatawan yang tetap ingin menikmati masa liburan tanpa harus terbebani biaya transportasi udara yang tinggi.

Isu hangat ini dikupas tuntas dalam Dialog Interaktif PRO1 RRI Makassar pada Rabu, 8 April 2026. Menghadirkan pakar sekaligus praktisi, DR. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCU., M.Si., dialog yang dipandu oleh Arfan Yusri ini menyoroti bagaimana momentum kenaikan tiket pesawat bisa menjadi "berkah tersembunyi" bagi pengembangan destinasi di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparannya, Dirk Sandarupa menjelaskan bahwa perilaku konsumen saat ini sedang mengalami pergeseran menuju staycation dan wisata jalur darat. "masyarakat tidak kehilangan minat untuk berwisata, melainkan hanya mengalihkan tujuan ke lokasi yang lebih terjangkau secara logistik namun tetap menawarkan pengalaman yang berkualitas.Di kota Makassar kita punya destinasi Wisata Lorong yang bisa dimaksimalkan di momentum ini, " ujarnya.

Terkait hal tersebut, Dirk juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya kesiapan pengelola dalam mengemas daya tarik daerah. "Kenaikan tiket pesawat adalah momentum emas bagi local tourism. Namun, kita harus memperkuat strategi pemasaran dengan mengedepankan narasi digital dan kualitas layanan. Jangan sampai wisatawan datang hanya karena terpaksa, tapi buatlah mereka datang karena kualitas produk wisata kita memang unggul dan kompetitif. Penggunaan aplikasi trip wisata secara online sekarang sudah di depan mata, " tuturnya.

Lebih lanjut, Dirk mendorong para pelaku industri untuk lebih masif dalam melakukan pemasaran berbasis komunitas dan media sosial. Strategi ini dianggap efektif untuk menjangkau wisatawan dalam "radius pendek" atau antar-kabupaten. Penggunaan micro-influencer lokal dan pembuatan konten yang mengangkat keunikan budaya daerah menjadi kunci untuk memikat calon pengunjung yang mencari pengalaman autentik.

Dirk juga menyarankan agar pengelola destinasi mulai menciptakan paket wisata bundling yang melibatkan UMKM lokal. “Dengan mengintegrasikan akomodasi, kuliner, dan kerajinan tangan dalam satu paket promosi yang menarik, nilai ekonomi pariwisata akan lebih terasa dampaknya bagi masyarakat lokal sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam merencanakan anggaran perjalanannya, ” jelasnya.

Di akhir dialog, Dirk Sandarupa mengingatkan bahwa strategi pemasaran yang hebat harus dibarengi dengan konsistensi di lapangan. “Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan pariwisata lokal tidak hanya menjadi pilihan alternatif sesaat, tetapi mampu menjadi pilar utama ekonomi daerah yang berkelanjutan di masa depan, ” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....