Matangkan Lokasi, Munafri: PSEL di TPA Antang Paling Efisien Tekan Beban Daerah
- 04 Apr 2026 08:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Walikota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, merupakan pilihan paling efisien untuk menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penegasan itu disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Zulkifli Hasan yang membahas percepatan proyek strategis tersebut di sejumlah daerah.
Menurut Munafri, pembangunan PSEL di dalam kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang tidak memerlukan tambahan biaya besar, khususnya dalam hal transportasi sampah.
“Kalau kita bangun di lokasi baru, tentu membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk pengangkutan sampah. Sementara kalau di TPA, jaraknya dekat, sehingga biaya bisa lebih efisien dan terkontrol,” ujarnya. Jumat, 3 April 2026.
Selain aspek efisiensi, ia menilai lokasi TPA Antang juga lebih aman secara sosial karena telah lama difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir, sehingga potensi penolakan masyarakat dapat diminimalisasi. Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar siap mendorong percepatan realisasi proyek tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia juga memastikan kesiapan lahan yang telah diusulkan berada di kawasan TPA Tamangapa Antang.
Disisi lain, dukungan publik terhadap pembangunan PSEL terus menguat. Pemerhati publik dari Parameter Publik Indonesia, Ras Md, mengungkapkan hasil survei menunjukkan 84 persen masyarakat mendukung kelanjutan proyek tersebut.
“Sebanyak 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan. Hanya 3,8 persen yang tidak setuju, dan sisanya tidak menjawab,” ujarnya.
Survei yang melibatkan 600 responden itu juga menunjukkan 43,3 persen masyarakat memilih TPA Tamangapa Antang sebagai lokasi paling tepat, dibandingkan alternatif lainnya. Munafri menjelaskan, keberadaan fasilitas PSEL nantinya akan menjadi salah satu solusi penting dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Makassar, meskipun kontribusinya diperkirakan hanya sekitar 14 hingga 15 persen dari total penanganan sampah.
“PSEL ini salah satu cara paling ampuh, tapi tetap harus didukung langkah lain secara paralel,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi teknis, lokasi TPA Antang juga memenuhi syarat, termasuk ketersediaan sumber air yang berasal dari Sungai Kajenjeng yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut.
Lebih jauh, Munafri menegaskan bahwa pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berfokus pada pembuangan, tetapi juga harus memberikan nilai tambah, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
“Intinya, kita ingin pengelolaan sampah ini tidak hanya selesai di pembuangan, tapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan masyarakat, pembangunan PSEL di Makassar diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....