Pertamina Regional Sulawesi lakukan Audiensi dengan Kepala Stasiun RRI Makassar
- 31 Mar 2026 17:31 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar — Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan audiensi dengan jajaran RRI Makassar, Selasa, 31 Maret 2026 di Kantor RRI Makassar, Jalan Riburane 3. Kunjungan tersebut dipimpin Area Manager Communication, Relations & CSR Sulawesi Pertamina Patra Niaga, Lilik Hardiyanto, dan diterima Kepala RRI Makassar Anom Anandari serta Koordinator Redaksi Pemberitaan Muhammad Amiruddin dan Jajaran lainnya.
Dalam pertemuan itu, Lilik menyoroti isu kenaikan harga BBM yang sempat ramai di media sosial dan memicu kekhawatiran di masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak dapat diverifikasi. Untuk kebijakan kenaikan harga BBM, itu merupakan kewenangan pemerintah pusat sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Lilik.
Ia menegaskan, masyarakat diminta memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi Pertamina agar tidak terpengaruh kabar yang belum tentu benar dan berpotensi menimbulkan panic buying. Menurutnya, antrean di sejumlah SPBU beberapa waktu lalu dipicu peningkatan mobilitas masyarakat saat arus balik Lebaran, yang waktunya relatif bersamaan pada akhir pekan.
“Kemarin saat arus mudik relatif aman, baik di jalur Trans Sulawesi maupun di SPBU. Namun saat arus balik yang waktunya mepet, terjadi lonjakan kendaraan ditambah isu kenaikan harga sehingga memicu antrean,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah menambah pasokan di sejumlah SPBU yang mengalami lonjakan permintaan. “Jika kebutuhan normal 8 kiloliter per hari, kami tingkatkan hingga dua kali lipat menjadi 16 kiloliter untuk membantu mengurai antrean,” katanya.
Lilik memastikan, selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, stok BBM maupun LPG di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan terjaga. Ia juga menyebut pemantauan lapangan dilakukan bersama para pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah di beberapa wilayah seperti Enrekang dan Sinjai, untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
“Kami bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih. Stok aman dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Terkait isu global dan dampak konflik internasional terhadap pasokan energi, Lilik menegaskan pengadaan BBM dilakukan secara terpusat oleh pemerintah melalui Pertamina Pusat dengan berbagai alternatif sumber pasokan, termasuk produksi dalam negeri. “Kami in line dengan kebijakan pemerintah pusat. Seperti yang telah disampaikan dalam konferensi pers oleh Pak Purbaya, tidak ada kenaikan harga BBM. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....