Akademisi Soroti Aspek Teknis dan Lingkungan Rencana PSEL di Makassar
- 29 Mar 2026 16:55 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar terus menjadi perhatian dari berbagai kalangan. Akademisi teknik dan praktisi lingkungan, Nasruddin Aziz, mengingatkan pentingnya mempertimbangkan aspek teknis dan lingkungan secara menyeluruh dalam penentuan lokasi proyek tersebut.
Menurut Nasruddin, pemanfaatan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa sebagai lokasi PSEL memang dapat dilihat sebagai upaya optimalisasi aset daerah. Namun, ia menilai perlu kajian lebih mendalam terkait kesiapan teknis lahan tersebut.
“Secara administratif ini adalah aset pemerintah, tetapi secara teknis perlu diuji apakah lahan tersebut siap menopang infrastruktur PSEL yang cukup kompleks,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kondisi lahan di TPA Tamangapa yang masih aktif dan didominasi timbunan sampah membutuhkan proses penanganan tambahan seperti landfill mining dan stabilisasi tanah sebelum dapat dibangun fasilitas energi.

Selain itu, aspek logistik juga menjadi perhatian. Dengan volume sampah harian yang cukup besar, pergerakan armada pengangkut diperkirakan akan meningkat signifikan, terutama saat tahap konstruksi.
“Perlu dipikirkan dampaknya terhadap lalu lintas di sekitar kawasan Tamangapa, termasuk potensi kepadatan kendaraan,” jelasnya.
Nasruddin juga menyinggung aspek keselamatan penerbangan. Lokasi Tamangapa berada di sekitar jalur pendekatan pesawat menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sehingga perlu memperhatikan ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), termasuk batas ketinggian bangunan.
“Fasilitas seperti cerobong emisi dalam teknologi PSEL umumnya membutuhkan ketinggian tertentu. Ini perlu disesuaikan dengan regulasi yang berlaku,” tambahnya.
Dari sisi lingkungan, ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan emisi agar tetap memenuhi standar dan tidak berdampak pada kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
Selain Tamangapa, ia menyebut kawasan industri di koridor Ir. Sutami juga dapat menjadi alternatif, mengingat karakteristik lahannya dinilai lebih siap serta didukung infrastruktur jalan dan utilitas yang memadai.
Meski demikian, Nasruddin menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah, dengan harapan seluruh aspek dapat dipertimbangkan secara komprehensif.
“Yang terpenting adalah memilih opsi terbaik dengan risiko paling minimal, baik dari sisi teknis, lingkungan, maupun sosial,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar sendiri terus mendorong percepatan penanganan sampah melalui berbagai skema, termasuk rencana pembangunan PSEL sebagai solusi jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....