Strategi Adaptif Hadapi Risiko Kekeringan Musim Kemarau 2026

  • 16 Mar 2026 10:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Berdasarkan Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 (PMK26) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau di mayoritas wilayah Sulawesi diprediksi datang lebih awal dari biasanya. Kondisi curah hujan musiman berada pada kategori normal hingga bawah normal, yang berarti cuaca akan terasa lebih kering.

Olehnya itu, dalam menghadapi potensi kondisi tersebut, langkah antisipasi ketersediaan air di bendungan perlu dilakukan melalui strategi pengelolaan yang adaptif. Dikutip dari Buku PMK26 BMKG, langkah adaptif dapar dilakukan dengan mengoptimalkan pemantauan muka air dan inflow secara real-time guna mendeteksi potensi defisit lebih dini serta penyesuaian pelepasan air secara tepat.

Selain itu, penentuan prioritas penggunaan dan pengaturan distribusi air berdasarkan urgensi dan dampak sosial-ekonomi perlu dilakukan. Hal ini untuk memastikan pasokan bagi sektor vital tetap terjaga selama periode kemarau.

Kondisi kemarau yang lebih kering dan minim curah hujan juga dapat memperparah akumulasi polutan di atmosfer karena berkurangnya proses pencucian udara secara alami oleh hujan. Selain meningkatkan potensi kebakaran pada lahan yang mengering, kondisi ini juga dapat memperburuk kualitas udara di wilayah urban yang memiliki sumber emisi dari transportasi dan industri.

Adapun langkah antisipasi dan responsif untuk mengurangi risiko dampak kesehatan dan gangguan aktivitas masyarakat, diantaranya dengan melakukan pemantauan kualitas udara secara real-time untuk mendukung mitigasi dan peringatan dini. Selanjutnya, melakukan penyuluhan intensif kepada masyarakat mengenai dampak kesehatan akibat kualitas udara buruk.

Pentingnya untuk menyediakan shelter udara bersih untuk kelompok rentan, dan menyiapkan menyiapkan mekanisme respon cepat oleh pemerintah daerah. Jika konsentrasi polutan melebihi ambang batas, maka dapat melakukan mobilisasi tenaga kesehatan.

Secara keseluruhan, kesiapsiagaan kolektif antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan musim kemarau 2026. Diharapkan, melalui integrasi manajemen sumber daya air yang presisi serta pengawasan ketat terhadap kualitas udara, risiko kekeringan dan dampak kesehatan dapat diminimalisir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....