Harga Telur di Makassar Melonjak saat Ramadan, Pedagang dan Warga Mulai Resah

  • 06 Mar 2026 12:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Memasuki bulan suci Ramadan, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami perubahan. Salah satu komoditas yang paling terasa kenaikannya adalah Telur yang dijual di Pasar Terong, Kota Makassar. Para pedagang menyebut lonjakan harga Telur terjadi cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelum Ramadan.

Sebelum memasuki bulan suci Ramadan, harga Telur di pasar tersebut masih berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per rak. Namun dalam beberapa hari terakhir, harga Telur mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp60.000 per rak, bahkan bisa lebih tinggi tergantung ukuran dan kualitas telur yang dijual oleh pedagang.

Risal, salah satu pedagang Telur di Pasar Terong Makassar, mengatakan kenaikan harga Telur saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurutnya, peningkatan harga pakan ternak menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga di tingkat peternak. Selain itu, permintaan Telur juga meningkat karena digunakan dalam program makan bergizi gratis yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto.

Risal menjelaskan bahwa kenaikan harga Telur tidak hanya memengaruhi pembeli, tetapi juga berdampak langsung pada pedagang. Ia berharap pemerintah dapat segera mencari solusi untuk menstabilkan harga di pasaran, mengingat selain harga yang meningkat, ketersediaan Telur juga mulai terbatas dibandingkan sebelumnya.

“Dengan mahalnya harga telur ini kami berharap pemerintah segera mencarikan solusi, karena selain harga yang mahal, stok telur juga tidak sebanyak yang dulu,” ujarnya, Jumat 6 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi saat ini membuat selisih antara modal pembelian dan harga jual Telur menjadi semakin tipis. Jika sebelumnya pedagang masih bisa memperoleh margin keuntungan yang cukup, kini kenaikan harga dari pemasok membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian.

Sementara itu, dampak kenaikan harga Telur juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang ibu rumah tangga di Makassar bernama Aisyah mengaku harus mengubah pola belanja kebutuhan dapur karena harga Telur yang semakin tinggi.

Menurut Aisyah, sebelumnya ia biasa membeli satu rak Telur untuk kebutuhan lauk keluarga selama beberapa hari. Namun dengan harga yang kini melonjak, ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian dan hanya membeli setengah rak agar anggaran belanja rumah tangga tetap bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Para pedagang juga mengungkapkan bahwa menipisnya stok Telur di Makassar dipengaruhi oleh distribusi dari daerah penghasil yang kini tidak sebanyak biasanya. Sebagian peternak diketahui mengirimkan Telur ke sejumlah daerah lain bahkan lintas provinsi untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat menjelang Ramadan.

Selama ini, pasokan utama Telur ke Makassar berasal dari daerah sentra peternakan seperti Kabupaten Sidenreng Rappang. Namun saat ini frekuensi pengiriman dari wilayah tersebut hanya berlangsung sekitar dua kali dalam sepekan. Padahal pada kondisi normal, pengiriman Telur ke Makassar bisa dilakukan lebih sering untuk menjaga ketersediaan stok di pasar.

Kondisi ini membuat harga Telur di tingkat pasar cenderung naik karena permintaan masyarakat meningkat seiring aktivitas konsumsi selama Ramadan. Jika distribusi dan pasokan tidak segera kembali normal, pedagang memperkirakan harga Telur masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan ke depan.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap adanya langkah stabilisasi dari pemerintah agar harga Telur tetap terjangkau, sehingga kebutuhan pangan selama Ramadan dapat terpenuhi tanpa membebani pengeluaran rumah tangga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....