FKM Unhas Dukung Implementasi Girls Act untuk Perempuan Muda di Makassar

  • 22 Feb 2026 08:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Program Girls Act: Berdayakan Perempuan Ubah Dunia resmi diluncurkan di Makassar pada 14 Februari 2026 lalu di Hotel Join Makassar. Program ini fokus pada pemberdayaan perempuan muda melalui empat fokus utama, yaitu pencegahan HIV dan IMS, pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, dukungan beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu, serta memberikan dukungan kepada perempuan muda penderita HIV untuk mendapatkan perawatan.

Girls Act merupakan kolaborasi antara Yayasan Gaya Celebes, AHF Indonesia, dan Kementerian Sosial sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dan anak di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA), kekerasan berbasis gender di Kota Makassar mengalami peningkatan yang signifikan.

Disebutkan, sebanyak 1.222 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat sepanjang tahun 2025, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Kekerasan seksual mendominasi laporan, disusul kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta meningkatnya kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Kegiatan ini juga didukung melalui kolaborasi antara Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas dan Yayasan Gaya Celebes (YGC). Keterlibatan FKM Unhas menjadi salah satu penguat dalam implementasi program. Sejumlah mahasiswa FKM Unhas, khususnya dari Departemen Promosi Kesehatan, ikut bergabung dalam Girls Act Kota Makassar. Dimana partisipasi mahasiswa didalamnya diharapkan mampu memperkuat pendekatan edukatif berbasis komunitas.

Senior Program AHF Indonesia, dan Direktur Rumah Mama Sulawesi Selatan Lusi Siagan, saat dihubungi melalui telepon menjelaskan, bahwa prioritas Girls Act kedepannya meliputi penguatan pendidikan seksualitas secara komprehensif, pembentukan peer educator , serta penguatan mekanisme referensi layanan ramah remaja yang fokus pada remaja sekolah. “Saya dan semuan berharap dengan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kapasitas para pelajar dan pelajar perempuan khususnya dalam pencegahan serta penanganan IMS/HIV dan kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) di tengah masyarakat,”jelasnya. Sabtu, 21 Februari 2026.

Melalui implementasi Girls Act , para pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperluas akses informasi kesehatan reproduksi yang komprehensif, memperkuat jejaring layanan ramah remaja, serta mendorong partisipasi aktif perempuan muda dalam upaya pencegahan HIV, IMS, dan kekerasan berbasis gender. Pendekatan berbasis komunitas diharapkan mampu menjangkau kelompok sasaran secara lebih efektif dan berkelanjutan.

“Program Girls Act di Kota Makassar sendiri rencananya akan dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan edukasi di sekolah- sekolah dan komunitas, pelatihan peer pendidik , serta penguatan sistem rujukan layanan kesehatan dan perlindungan sosial bagi perempuan muda yang membutuhkan. Pemantauan dan evaluasi secara berkala juga akan dilakukan untuk memastikan efektivitas dan kelangsungan program,”tutup Lusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....