Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Lindungi Anak dari Kekerasan

  • 16 Feb 2026 08:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menjadi topik utama dalam program IDOLA (Indonesia Layak Anak) yang disiarkan melalui PRO1 RRI Makassar pada Minggu, 15 Februari 2026. Program tersebut dipandu oleh Muhammad Aqil dan menghadirkan narasumber Hj. Endang Susilawati, S.E., M.Si., Kabid PPPA Dinas Sosial & PPPA Kabupaten Barru, yang hadir langsung di studio.

Dalam dialog tersebut, Hj. Endang Susilawati menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Ia menyebutkan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam menyediakan layanan perlindungan anak, termasuk pendampingan korban, edukasi keluarga, serta penguatan regulasi di tingkat lokal.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan kekerasan terhadap anak harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar. Setiap orang memiliki peran penting dalam menciptakan ruang aman bagi anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui dinas terkait telah membentuk berbagai mekanisme perlindungan, seperti unit layanan pengaduan, pendampingan psikososial, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum. Selain itu, sosialisasi tentang hak anak dan pola asuh positif terus digencarkan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan anak sejak dini.

Menurutnya, masyarakat juga perlu berani melapor jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak. “Jangan menganggap ini sebagai urusan pribadi keluarga semata. Ketika ada anak yang menjadi korban, itu adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi dan memastikan mereka mendapatkan keadilan serta pemulihan,” tegas Hj. Endang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan komunikasi dalam keluarga. Orang tua diharapkan mampu membangun hubungan yang terbuka dengan anak sehingga anak merasa aman untuk bercerita apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan. Lingkungan sekolah dan komunitas pun diminta aktif dalam mengedukasi serta mengawasi tumbuh kembang anak.

Hj. Endang menutup dengan pesan agar seluruh pihak memperkuat kolaborasi demi mewujudkan lingkungan yang ramah anak. “Perlindungan anak adalah investasi masa depan. Jika kita ingin generasi yang sehat dan kuat, maka kita harus bersama-sama memastikan setiap anak tumbuh tanpa kekerasan dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....