Pemanfaatan teknologi AI Dalam Pendidikan Inklusi

  • 11 Feb 2026 10:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan AI diharapkan mampu menghapus diskriminasi dan memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus disabilitas untuk belajar secara mandiri di sekolah umum. Demikian disampaikan Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Disabilitas Republik Indonesia kepada rri. 

“kalau ada pepatah bagi orang dengan non disabilitas, teknologi membuat segala sesuatu menjadi tampak visible, tapi bagi penyandang disabilitas, teknologi membuat segala sesuatu menjadi mungkin (possible)," kata Komisioner Komisi Disabilitas Republik Indonesia, Rabu, 11 Februari 2026.

Dikatakan, Sesuatu yang dulu impossible sekarang menjadi possible, Dan teknologi Kecerdasan Buatan AI juga sangat penting untuk dikembangkan di Indonesia seperti Negara-negara lain diantaranya India, Filipina dan Vietnam yang sudah menerapkan AI ke dalam kurikulumnya, .

“Sesuatu yang dulu impossible sekarang menjadi possible dan teknologi inilah yang saat ini menurut saya sangat penting untuk dikembangkan di Indonesia, namun sayangnya masih tertinggal, Kita tertinggal dengan India yang sudah menerapkan AI ke dalam kurikulumnya. Jadi semua accessible curriculum, Di Filipina sudah mulai berjalan, di Vietnam sudah berjalan,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Eka mengatakan bahwa sesuatu yang awalnya tidak mungkin seperti anak yang dulunya Tidak  mungkin bisa membaca di buku dan harus dibantu dengan Braille, sekarang dengan AI bisa membaca buku, yakni Dengan mentranskripsikan, Mengetahui suhu , Membedakan dan sebagainya.

Lebih lanjut dikatakan, Kehadiran AI harus dibarengi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia SDM para pengajar melalui pelatihan teknis. Strateginya adalah dengan memperkuat peran ULD di setiap kabupaten/kota agar memiliki kapasitas dan sumber daya berbasis AI yang dapat ditularkan kepada guru-guru di daerah.

"Target utamanya adalah memastikan layanan pendidikan inklusif tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga merata hingga ke Indonesia Timur. Dengan dukungan teknologi, diharapkan siswa disabilitas dapat mencapai tingkat kemandirian yang sama dengan siswa lainnya, " tutupnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....