Strategi Maksimal Panen Pahala di Bulan Suci Ramadhan

  • 09 Feb 2026 19:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar -  Setiap amal kebaikan yang dilakukan pada Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda dibandingkan bulan lainnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menyusun langkah-langkah ibadah secara terencana dan konsisten.

Hal ini disampaikan Ustadz Sufyan Abu dalam kajian Rutin di Masjid Al-Muawanah RRI Makassar, Senin, 9 Februari 2026.   Mengangkat tema strategi Maksimal memanen pahala di bulan suci ramadhan, dengan merefleksikan tentang kerinduan ahli kubur untuk kembali ke dunia demi beramal saleh, kajian ini menekankan pentingnya memanfaatkan sisa usia, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Selaku pemateri  Sufyan Abu Yahya, Dalam tausiyahnya,mengingatkan bahwa kelak ada manusia yang memohon waktu barang sejenak untuk kembali ke dunia hanya untuk bersedekah dan beramal agar termasuk golongan orang saleh. Sebelum penyesalan itu datang, jamaah diajak memantapkan iman  dalam melakukan persiapan matang untuk memasuki Bulan suci Ramdhan,  melalui lima poin utama:

1.Menguatkan Tekad dan Niat: Mulai saat ini, setiap muslim hendaknya membulatkan niat untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan, mulai dari shalat tarawih, qiyamul lail, hingga memburu keutamaan malam Lailatul Qadar.

2.Menjaga Kesucian Puasa: Bukan sekadar menahan lapar, jamaah diimbau menjauhi perusak pahala puasa seperti ghibah, adu domba, bicara kotor, dan dusta. Prinsipnya, jika jiwa tidak disibukkan dengan kebaikan, maka ia akan terseret pada kelalaian.

3.Interaksi dengan Al-Qur'an: Menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak membaca, mempelajari, dan mengajarkan Al-Qur'an dengan target khatam sebagai bentuk kecintaan pada wahyu Allah.

4.Meneladani Kedermawanan: Memperbanyak sedekah dan memberi makan orang yang berbuka puasa. Amalan ini menjanjikan pahala setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

5. Optimalkan Doa: Mengingat doa orang yang berpuasa sangat mustajab, terutama di waktu-waktu menjelang berbuka, jamaah diajak untuk tidak menyia-nyiakan waktu tersebut untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Kajian ditutup dengan doa bersama, berharap agar seluruh jamaah dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan penuh keimanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....