Perbedaan Gejala TBC pada Orang Dewasa dan Anak

  • 07 Feb 2026 11:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar: Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala Tuberkulosis (TBC) sejak dini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan. Namun, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa gejala yang muncul pada orang dewasa ternyata sangat berbeda dengan gejala yang dialami oleh anak-anak. 

Demikian disampaikan Andi Julia Junus selaku Penanggung Jawab Program TB SulSel saat berbincang bersama lewat Talksow Indonesia sehat bersama Pro 1 RRI Makassar edisi Jumat, 6 Februari 2026. " Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tentunya menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua dan lingkungan sekitar dalam mendeteksi tanda-tanda ini agar penanganan medis dapat segera diberikan," Ucap Andi Julia. 

Gejala pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa, gejala TBC cenderung lebih mudah diidentifikasi melalui gangguan pada saluran pernapasan. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

Batuk Berdahak yang Persisten: Batuk yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari 2 minggu.

Demam Intermiten: Mengalami demam yang hilang dan timbul secara tidak menentu.

Keringat Malam: Keluar keringat pada malam hari meskipun tidak sedang melakukan aktivitas fisik atau berada di ruangan yang panas.

Gejala pada Anak

Berbeda dengan dewasa, gejala TBC pada anak sering kali tidak menunjukkan batuk yang menonjol. Hal ini dikarenakan karakteristik infeksi pada anak lebih berdampak pada kondisi fisik secara umum:

Berat Badan: Berat badan anak tidak kunjung naik atau bahkan terus menurun dalam jangka waktu tertentu meskipun asupan nutrisi tercukupi.

Kondisi Tubuh Lesu: Anak terlihat tidak aktif, mudah lelah, dan kehilangan keceriaan yang biasanya ada pada anak sehat.

Penanggung Jawab Program TB SulSel  mengatakan Selain perbedaan gejala, tantangan terbesar pada pasien anak adalah proses diagnosis. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa dilakukan tes melalui dahak, anak-anak seringkali sulit mengeluarkan dahak.

Oleh karena itu, tenaga medis biasanya menggunakan metode khusus untuk anak, seperti uji tuberkulin (Mantoux) dan melakukan pelacakan (tracing) terhadap orang-orang dewasa di sekitar anak tersebut yang diduga menjadi sumber penularan.

Masyarakat diimbau, jika menemukan salah satu dari gejala di atas, segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut secara gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....